E-PAPER
ARSIP
kabar soreang
Jumat, 12 april 2013 00:17 WIB

1.779 Peserta Ikuti UNPK Paket C

SOREANG (GM) - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Bandung yakin tidak ada akan kebocoran soal pada Ujian Nasional Pendidikan Kesetaraan (UNPK) Paket C. Penggunaan barcode pada naskah soal menjadi alasan utama keyakinan Disdikbud Kabupaten Bandung. Ttahun ini jumlah peserta UNPK Paket C di Kabupaten Bandung mencapai 1.779 orang.

"Barcode hanya sama dengan lembar jawaban soal masing-masing," kata Kepala Seksi (Kasi) Kesetaraan Disdikbud Kabupaten Bandung, Tedi Priatna yang ditemui di kantornya, Kamis (11/4).

Ia mengatakan, dalam satu ruangan ujian terdapat 20 soal dan lembar jawaban yang berbeda untuk 20 peserta UNPK. "Sehingga sangat tertutup kemungkinan adanya kebocoran soal," tandasnya.

Ia menjelaskan, naskah soal dan lembar jawaban UNPK baru akan datang dari percetakan ke titik bongkar di SMAN 1 Margahayu pada Minggu (14/4) sore. Setelah itu, katanya, baru didistribusikan ke penyelenggara UNPK, Senin (15/4) pagi.

"Setelah tiba ke titik bongkar, naskah soal dan lembar jawaban UNPK akan dicek ulang oleh petugas. Kemudian diinapkan semalam dengan penjagaan ketat aparat kepolisian," paparnya.

Pelaksanaan UNPK Paket C di Kabupaten Bandung akan digelar di SMKN 2 Baleendah, SMKN 3 Baleendah, SMA Karya Pembangunan Baleendah, dan SMPN 1 Baleendah. Sedangkan pelaksanaannya berbarengan dengan UN sekolah formal, yaitu 15-18 April 2013. "Yang beda hanya waktunya. UNPK dimulai pukul 13.00 WIB, sedangkan UN formal mulai pukul 08.00 WIB," ujarnya.

Tedi menginformasikan UNPK akan menggunakan 89 ruang kelas dengan diawasi 178 pengawas. "Kita tidak melibatkan tutor sebagai pengawas, tetapi guru dari sekolah yang digunakan ujian. Para tutor hanya bertindak sebagai panitia lokal saja," tambahnya.

Minta diliburkan

Untuk mengantisipasi peserta UNPK yang tidak bisa ikut ujian karena bekerja di sektor formal dan informal, Tedi mengatakan, Disdikbud mengharapkan pengusaha maupun pemilik pabrik memberikan kesempatan ujian keseteraan kepada pegawainya. "Kami tidak bisa menyalahkan para pengusaha. Namun, kami minta pengertian pengusaha agar memberi izin pada karyawannya untuk ikut ujian," ujarnya.

Berdasarkan pengalaman pada tahun sebelumnya, panitia UNPK menyediakan waktu ujian pada sore hari. Untuk tahun ini, katanya, hal itu tidak bisa dilakukan sesuai aturan. "Kalau tidak bisa ikut, ya terpaksa harus ikut ujian susulan bulan Juli atau periode dua," katanya.

Untuk pelaksanaan UNPK, baik Paket C maupun Paket B dan Paket A, Tedi menegaskan, Disdikbud sudah siap menggelarnya.
(B.81)**