E-PAPER
ARSIP
kabar utama
Minggu, 21 juli 2013 00:19 WIB

Diduga Overdosis

2 Remaja Tewas

CIKALONGWETAN (GM) - Dua remaja tewas dan seorang lainnya masih kritis, diduga mereka overdosis (OD) akibat menenggak minuman keras oplosan di wilayah PLTA Waduk Cirata, Kecamatan Cipeundeuy, Kabupaten Bandung Barat.

Kedua korban tewas adalah Lia Yulia (15) dan Irfan Driyanto (18), sedangkan seorang lagi, Adi (18), kondisinya masih kritis. Ketiganya merupakan penduduk Kampung Cikolot RT 05/RW 07 Desa Cikalong, Kecamatan Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Berdasarkan informasi yang dihimpun "GM" di lokasi kejadian, Sabtu (20/7), korban Lia Yulia meninggal pada Rabu (17/7) malam, sedangkan Irfan Driyanto mengembuskan napas terakhirnya, Jumat (19/7) malam. Irfan, alumnus SMK Gema Nusantara dimakamkan Sabtu (20/7) pagi, sementara Yulia sehari sebelumnya.

Peristiwa yang membuat gempar warga Kampung Cikolot tersebut bermula ketika kedua korban bersama rekan-rekannya pergi ke Waduk Cirata, Rabu (17/7) sore.

Sesampainya di Waduk Cirata, korban diduga meminum minuman keras yang dioplos dengan obat-obatan. Setelah pulang, tiba-tiba Lia Yulia, siswa kelas XI SMKN Cipeundeuy mengalami kejang-kejang dan muntah di rumahnya sekitar pukul 22.00 WIB. Belum sempat dibawa ke rumah sakit, Lia mengembuskan napas terakhir.

Menurut Ketua RW 07 Kampung Cikolot, Desa Cikalong, Yana, korban meninggal dunia akibat mengonsumsi minuman keras. Selain mengalami kejang-kejang dan muntah, mulut korban mengeluarkan cairan dan berbusa.

"Sebelumnya saya tidak curiga korban meminum minuman keras oplosan. Tapi setelah melihat sebelum korban meninggal dari mulutnya mengeluarkan busa, seperti orang yang overdosis," kata Yana.

Belum bisa dipastikan

Sementara itu, Kapolsek Cikalong Wetan, AKP Agus, S.H. menjelaskan, kedua korban warga Kampung Cikolot RT 05/RW 07 Desa Cikalong, Kecamatan Cikalong Wetan, KBB tewas dalam dua hari berturut-turut. Agus belum bisa memastikan kematian Lia dan Irfan akibat overdosis akibat meminum minuman keras, meski dari keterangan beberapa temannya, keduanya sempat minum minuman keras.

"Dari informasi yang didapat menyebutkan seperti itu (minum minuman keras, red), tapi kami tidak ada bukti, saksi, maupun yang melaporkan pengaduan kejadian tersebut," kata Agus saat ditemui di Cikalong Wetan.

Menurut kapolsek, hingga saat ini pihaknya masih kesulitan dalam menetapkan laporan atas meninggalnya dua remaja tersebut. Meski ada indikasi mereka meminum minuman keras yang dicampur pil Dextro, namun buktinya tidak ada. Terlebih pihak orangtua korban pun tidak mengadukan hal ini. Bahkan salah seorang dari orangtua korban mengaku anaknya meninggal karena sakit, kemudian panas, dan meninggal dunia.

"Kami belum bisa memastikan meninggalnya karena apa dan masih menduga-duga, karena sejauh ini pihak keluarga tidak melaporkan dan informasi yang kami terima masih kabar burung," ujarnya.

Untuk mendapatkan keterangan secara pasti, tambahnya, pihaknya masih menunggu kesembuhan Adi. Jika Adi sudah pulih dan mampu diajak bicara, akan dimintai keterangan seputar kronologis kejadian sebenarnya.
(B.84)**