E-PAPER
kabar utama
Senin, 08 april 2013 00:24 WIB

Kalahkan Persiba 0-1, Persib Naik Peringkat

Tembus 5 Besar

M. Fadlillah/GM
PEMAIN depan Persib, Sergio van Dijk saat mencetak gol ke gawang Persiba Balikpapan pada pertandingan lanjutan Liga Super Indonesia 2013 di Stadion Siliwangi Bandung, Minggu (7/4).
STD. SILIWANGI (GM) - Gol semata wayang yang dilesakkan Sergio van Dijk (SvD) ke gawang Persiba Balikpapan pada pertandingan di Stadion Suliwangi Bandung, Minggu (7/4), mengantarkan Persib ke posisi 5 Besar klasemen sementara Indonesia Super League (ISL) 2013.
Sergio kini menjadi pencetak gol terbanyak kedua dengan mengoleksi 9 gol. Hanya terpaut satu gol dari Boaz Solossa (Persipura) dan Christian Gonzales (Arema Indonesia) yang sama-sama telah mencetak 10 gol.

Kemenangan yang dibukukan skuad "Maung Bandung" kemarin atas Persiba Balikpapan menjadi kemenangan ketiga dalam laga kandang yang diraih secara berturut-turut. Dua kemenangan Persib sebelumnya dibukukan saat mengalahkan Persegres Gersik United 3-1 dan Barito Putera 3-2.

Dalam pertandingan yang dipimpin wasit Tabrani ini, baik Persib selaku tuan rumah maupun Persiba Balikpapan, sama-sama menyajikan permainan cepat, meski harus bertanding di lapangan yang becek akibat hujan deras. Serangan demi serangan datang silih berganti dan kedua tim saling mengancam gawang lawan. Namun hingga 30 menit babak pertama, belum ada satu gol pun yang berhasil diciptakan.

Persiba yang diarsiteki Herry Kiswanto sempat membuat belasan ribu penonton sport jantung. Tekanan dari para pemainnya nyaris membuahkan hasil. Namun perjuangan anak-anak Persiba ini tidak membuahkan hasil. Hasil tembakannya berhasil dimentahkan kiper Persib, Shahar Ginanjar.

Persib yang diteror permainan tim lawan merespons melalui serangan yang dibangun secara bahu membahu. Atep, Firman Utina serta M. Ridwan berkali-kali menyodorkan umpan kepada Sergio van Dijk dan Herman Dzumafo yang menanti di depan. Tapi peluang yang tercipta belum juga membuahkan hasil karena ketatnya pertahanan lawan.

Namun gol yang ditunggu-tunggu itu akhirnya datang juga. Lima menit menjelang babak pertama berakhir, gol tunggal Sergio van Dijk memecah kebuntuan. Gol tersebut hasil kerja sama yang baik ketika Firman Utina dan kawan-kawan melakukan serangan balik.

Herman Dzumafo Epandi berhasil menggiring bola dari sayap kanan dengan melewati beberapa pemain belakang Persiba. Ia kemudian melepaskan umpan silang ke jantung pertahanan lawan. Sergio yang berdiri bebas langsung menyongsong bola melalui kaki kiri. Hasilnya, si kulit bundar bersarang di jala Persiba yang dikawal Wawan Hendrawan.

Memasuki babak kedua, para pemain Balikpapan terus melakukan gempuran dari kedua sayap. Sayang, sejumlah peluang yang diperoleh tidak mampu dimaksimalkan dengan baik. Selain tembakannya tidak akurat, mereka juga kesulitan menembus pertahanan Persib.

Begitu juga dengan Persib, pada sisa paruh kedua ini tidak sedikit peluang yang tercipta. Herman Dzumafo dan Sergio mendapat peluang untuk menambah perbendaharaan gol. Sayang, bola yang dilepaskan berhasil dimentahkan pemain belakang Persiba. Kedudukan 1-0 bertahan hingga pertandingan usai.

Djadjang puas

Pelatih Persib, Djadjang Nurdjaman mengaku puas timnya bisa meraih poin penuh. Apalagi pada pertandingan tersebut, anak-anak asuhnya sedang dalam kondisi kelelahan karena jeda waktu dengan pertandingan sebelumnya yang relatif singkat.

"Anak-anak cukup kelelahan dan lapangan pun berat karena diguyur hujan. Saya akui para pemain tidak bermain seperti saat lawan Gresik," katanya.

Diakui Djadjang, pada babak pertama ia menerapkan pola 4-3-3. Namun setelah unggul, ia menggantinya dengan pola 4-4-2 karena lini tengah dinilainya terlalu pincang.

Dengan hasil ini ia berharap skuad asuhannya tidak berpuas diri karena perjalanan masih panjang.

Sementara pelatih Persiba, Herry Kiswanto menuturkan, meski kalah ia mengapresiasi para pemainnya yang bermain bagus dan bisa mengimbangi tim besar sekelas Persib. Dalam laga ini, timnya juga beberapa kali menciptakan peluang.

"Beberapa kali kita menciptakan peluang, tapi gagal dalam penyelesaian akhir. Anak-anak memang masih kalah pengalaman, meski bisa mengimbangi permainan lawan," katanya.
(B.119/B.97)**
ARSIP