E-PAPER
ARSIP
kabar daerah
Kamis, 22 agustus 2013 01:43 WIB

350 Hektare Lahan Tidur Akan Ditanami Jagung

SUBANG (GM) - Sedikitnya 350 hektare lahan pertanian di dua desa akan ditanami jagung hibrida. Penanaman dilakukan oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI) bersama Kementerian pertanian (Kementan) pada awal September mendatang. Program ini untuk kali pertama di Indonesia dan selanjutnya akan diperluas sebagai pengisi lahan tidur gadu dua sehingga menjadi padi-padi-palawija.

Hal ini terungkap pada sosialisasi program TNI Mendukung Ketahanan Pangan (TMKP) berupa jagung di Aula Desa Kiarasari Kec. Compreng, Subang, Rabu(21/8). Kabid Sumber Daya Dinas Pertanian Subang, Hendrawan menjelaskan, pada tahap awal lahan yang akan dihijaukan dengan jagung hibrida seluas 350 hektare. Yaitu 160 hektar di Desa Kosambi, Kec. Cipunagara dan 190 hektare di Desa Kiarasari, Kec. Compreng.

Program ketahanan pangan yang akan dilakukan TNI khususnya angkatan darat itu, lanjut Hendrawan, merupakan proyek percontohan tingkat nasional kerja sama antara Kementan dengan Markas Besar TNI/AD. Penanaman akan mulai dilakukan awal September 2013 dengan usia tanam jagung hibrida 90 - 100 hari.

Lahan tidur yang akan dihijaukan merupakan bagian dari 36 hektare lahan milik petani. Pengerjaannya dilakukan sepenuhnya oleh keompok-kelompok tani yang tergabung dalam gabungan kelompok tani (gapoktan). Setiap kelompok tani akan mendapatkan jatah garapan 20 hektare.

Disebutkan, produksi jagung hibrida yang ditanam diproyeksikan bisa menghasilkan rata-rata minimal tiga hingga empat ton per hektare atau setara dengan Rp 11 juta per hektare. "Semua hasil produksinya akan menjadi milik petani," kata Hendrawan.

Sambut gembira

Kepala Desa Kiarasari, Kec. Compreng, Bonang menyambut gembira program TMKP karena akan menjadi pilar perekonomian masyarakat. Apalagi menjadi percontohan dan diselenggarakan dengan cara swadaya dibantu pemerintah. Hal ini juga merupakan kesempatan yang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya.

Ketua Gapoktan Payung Sari Desa Kiara Sari, Ridwan, mengaku antusias dengan penunjukan areal lahan menganggur di desanya yang akan dijadikan proyek budi daya jagung hibrida tersebut. "Kami akan mewujudkan kepercayaan pemerintah ini dengan maksimal," ujarnya.

Ia mengakui lahan menganggur tersebut sebelumnya tidak digarap maksimal, setelah para petani tuntas menanam padi selama dua musim. "Dengan diselingi tanaman palawija berarti ada maksimalisasi pemanfaatan lahan yang bisa menukung ketahanan pangan secara optimal, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani," tambahnya.

Perwira Seksi Teritoral Kodim O605/Subang, Kapten Asum mengatakan, TNI terlibat dalam ini jagungisasi sebagai pendamping saja. "Setiap satu kelompok tani akan mendapat pendampingan satu orang Babinsa dan kita sudah siapkan," ujarnya.
(B.76)**