E-PAPER
ARSIP
kabar utama
Sabtu, 14 september 2013 00:37 WIB

"4 in 1" Pasteur Siap Diberlakukan

JLN. JAWA (GM) - Sistem 4 in 1 (four in one) di kawasan Jln. Dr. Djunjdunan (Pasteur), akhirnya menjadi ketetapan dan memiliki payung hukum. Keputusan Wali Kota (Kepwal) No.551/Kep.582-Dishub/2013 tentang Penetapan Kawasan Pengendalian Lalu Lintas, dan Kewajiban Mengangkut Paling Sedikit 4 Orang Penumpang Bagi Kendaraan Bermotor Perseorangan Pada Ruas Jalan Tertentu di Kota Bandung itu, sudah rampung dan diterima Sat Lantas Polrestabes Bandung.

Dengan adanya kepwal, polisi memiliki kekuatan untuk menindak para pelanggar 4 in 1. Selama ini, sejak sistem itu diujicobakan bulan Januari lalu, polisi sama sekali tidak memberikan sanksi kepada pelanggar. Polisi sebatas memberikan sosialisasi dan imbauan-imbauan kepada masyarakat pengguna jalan raya.

Kasat Lantas Polrestabes Bandung, AKBP Yully Kurniawan menuturkan, Kepwal itu sudah turun dan diterima pihaknya setelah Lebaran lalu. Kepwal mengamanatkan pelaksanaan sistem 4 in 1 itu diberlakukan di kawasan Pasteur setiap hari Sabtu pukul 09.00-14.00 WIB. Dengan sistem itu, satu kendaraan wajib berisikan empat orang di kawasan Jln. Dr. Djundjunan begitu keluar dari gerbang tol (GT) Pasteur.

"Sudah turun (kepwal, red) jadi kita lebih enak kalau begini. Bisa lebih optimal dalam menerapkan sistem ini. Terutamanya kita bisa memberikan sanksi kepada pelanggar," terang Yully kepada wartawan di Mapolrestabes Bandung, Jln. Jawa, Jumat (13/9).

Dikatakan Yully, dengan turunnya kepwal maka sistem 4 in 1 bukan lagi wacana. Sistem itu diharapkan dapat mengurangi beban lalu lintas yang kerap terjadi di Kota Bandung, khususnya setiap akhir pekan di kawasan gerbang Tol Pasteur dan sekitarnya. Nantinya, para pengendara yang berpenumpang kurang dari empat orang dan hendak masuk ke gerbang tol Pasteur, bisa menggunakan akses gerbang tol lain. Seperti melalui pintu tol Buah Batu, Pasirkoja atau Mohamad Toha.

Selain itu, jalur alternatif yang disiapkan oleh Sat Lantas Polrestabes Bandung sejak keluar gerbang Tol Pasteur bagi mobil-mobil yang berpenumpang di bawah 4 orang, adalah masuk Jln, Suryasumantri-Sutami-Sindangsirna-Sukajadi-Setiabudi-Cipaganti. Sedangkan alternatif kedua yaitu masuk Jln. Gunung Batu-Kapten Tatanegara/Husein-Pajajaran dan masuk ke H.O.S. Cokroaminoto (Pasirkaliki).

Lebih lanjut diungkapkan Yully, meski kepwal sudah turun, namun sistem itu untuk Sabtu (13/9) ini masih masuk tahap uji coba. Untuk penerapan secara permanen, pihaknya masih menunggu pemasangan rambu-rambu dan semua kelengkapan terkait sistem 4 in 1.

"Hal ini 'kan berhubungan dengan instansi lain. Jadi kita tunggu dulu bagaimana hasil dari instansi tersebut," paparnya.

Disinggung mengenai sanksi, Yully mengatakan, di dalam Kepwal masih belum dicantumkan. Petunjuk teknis pelaksanaan, katanya, akan kembali diatur kemudian termasuk mengenai besaran denda yang akan dikenakan kepada pelanggar. Pembahasan itu kembali harus melibatkan instansi terkait.

"Kepwalnya ini baru berupa keputusan, artinya putusan jika 4 in 1 ini sudah ditetapkan. Secara legal memang sudah berjalan. Masalah sanksi denda, kita masih harus koordinasi dengan instansi terkait," tandasnya.
(B.114)**