E-PAPER
ARSIP
kabar daerah
Sabtu, 17 november 2012 01:05 WIB

600 HP Ditemukan di Lapas Subang

SUBANG (GM) - Dalam razia rutin petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Subang sejak April hingga Oktober 2012, 600 unit lebih handphone (HP) dan sebuah senjata tajam buatan berhasil disita dari narapidana. Alat komunikasi itu sebagian besar sudah dimusnahkan serta sisanya dipajang di etalase khusus di ruang pemeriksaan.

Pelaksana Harian Lapas Subang, Iwa Bachtiar, S.H. yang ditemui di sela-sela latihan rutin Pramuka bagi beberapa warga binaan terpilih, Jumat (16/11), mengatakan, alat komunukasi dan senjata tajam rakitan yang berjumlah lebih dari 600 buah itu hasil razia rutin sepekan sekali sejak April hingga Oktober 2012. "Sejumlah barang itu disita berdasarkan hasil penggeledahan rutin setiap pekan di ruangan narapidana," katanya.

Ia menyebutkan, 300 di antaranya sudah dimusnahkan bersama barang bukti lainnya dari lapas lain di Bandung. Sedangkan sisanya disimpan di tempat khusus. "Kita juga terus melakukan pemeriksaan terutama terhadap warga titipan," tambah Iwa.

Sedangkan berbagai senjata tajam ditemukan oleh petugas di sejumlah tempat yang tersembunyi, seperti di bawah tempat tidur dan celah-celah ruangan lain yang tidak mudah ditemui.

Namun demikian, dengan ditemukannya berbagai barang yang dilarang dipakai dan disimpan oleh narapidana atau warga binaan, pihaknya bersyukur hingga saat ini belum ditemukan kasus kriminal di dalam sel. "Kita terus melakukan pencegahan dengan pendekatan pembinaan sosial, keagamaan, dan keterampilan. Di antaranya berupa pelatihan dalam mengelas, pengelolaan perikanan, dan pengolahan kayu dengan tujuan agar mereka kelak keluar bisa hidup dalam masyarakat tanpa melakukan kembali tindakan kriminal," jelasnya.

Overkapasitas

Iwa yang sehari-hari sebagai Kepala Seksi Pembinaan mengatakan, jumlah warga binaan di lembaganya sudah melebihi kapasitas. Dari jumlah warga binaan ideal sebanyak 364 orang, kini lapas tersebut dihuni 725 narapidana. Itu belum termasuk tahanan titipan dari kepolisian dan kejaksaan sebanyak 130 orang.

Meskipun dinyatakan melebihi kapasitas atau lebih dari jumlah ideal, namun pihak Lapas Subang tidak berencana menambah ruang tahanan.

Iwa menyatakan, lapas yang berdiri di atas lahan seluas 3,5 ha itu memiliki enam blok, masing-masing blok terdapat 6-12 kamar. "Bahkan ada seorang bayi yang terpaksa ikut bersama ibunya karena begitu masuk sedang hamil. Kini usia bayinya sekira 2 bulanan," kata Iwa.
(B.76)**