E-PAPER
ARSIP
kabar bandung
Rabu, 13 februari 2013 00:42 WIB

Hibur Penghuni Lapas Banceuy

Anak Tunarungu "Bicara"

HIDUP di dalam lembaga pemasyarakatan (lapas) tentunya sangat jauh berbeda dengan kehidupan di luar. Aktivitas yang dilakukan pun bisa jadi tidak akan sama dengan apa yang dilakukan oleh orang pada umumnya di luar lapas. Bukan hal mustahil, kondisi itu akan membuat penghuni lapas tertekan dan stres.

Motivasi untuk mengubah diri dan meneruskan hidup, bisa jadi akan berkurang. Karena itulah, Aliansi Kulawargi Sunda (Aksan) dan Smile Motivator dari Log In Foundation sengaja menggelar aksi di Lapas Kelas II A Banceuy, Jln. Soekarno-Hatta, Selasa (12/2).

Para tunarungu, tunagrahita, dan anak berkebutuhan khusus ternyata mampu "bicara" dengan menampilkan aksi kesenian yang cukup menghibur. Mereka cukup lihai memerankan peran masing-masing. Ada yang menari Jaipong, atau juga yang memainkan piano. Pertunjukan itu memang sengaja digelar untuk memberilkan motivasi kepada warga binaan agar terus mempunyai semangat hidup meski di dalam penjara.

"Kami sengaja melakukan kegiatan ini untuk memberikan motivasi kepada warga binaan. Kami mencoba menyemangati mereka agar tidak patah semangat meskipun hidup dalam penjara," tutur Sekretaris Log In Foundation, Lovaya kepada wartawan di sela-sela acara.

Smile Motivator, kata Lovaya, sengaja menampilkan aksi dari orang yang berkebutuhan khusus. Harapannya agar warga binaan bisa bercermin. Jika orang yang berkebutuhan khusus bisa melakukan hal positif dan berkarya, kenapa warga binaan tidak.

Sementara itu, Ketua Harian Aliansi Kulawargi Sunda (Aksan), Abes Brata mengaku siap menampung mantan warga binaan untuk disalurkan sesuai bakatnya. Ia akan berusaha agar mereka bisa berkarya dan melakukan tindakan-tindakan positif.
(lucky lukman/"GM")**