E-PAPER
ARSIP
kabar daerah
Jumat, 28 juni 2013 00:47 WIB

Angka Kematian Ibu dan Anak Masih Tinggi

SUKABUMI (GM) - Selama 2012 hingga 2013, angka kematian ibu dan anak di Kab. Sukabumi masih relatif tinggi. Pada 2012, angka kematian ibu mencapai 76 kasus dan pada 2013 hingga Juni, kasus kematian telah mencapai 42 orang.
Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kab. Sukabumi, Kamis (27/6), hampir sebagian besar angka kematian ibu dan anak terjadi di beberapa daerah Kab. Sukabumi, yakni Kec. Simpenan, Tegalbuleud, Cidahu, dan beberapa daerah lainnya. Umumnya, ibu yang meninggal saat menjalani proses persalinan lebih disebabkan pendarahan hebat dan mengalami gangguan lain berupa penyakit darah tinggi.

Kepala Dinkes Kab. Sukabumi, dr. Ardiyati didampingi Kepala Bidang Promosi Kesehatan (Promkes), Ujang Zulkilpi kepada "GM" menyatakan, mayoritas ibu yang meninggal dunia tengah menjalani proses persalinan. "Jika melihat kasus per kasus kematian ibu yang melahirkan lebih disebabkan pendarahan dan mengidap penyakit darah tinggi," katanya di Palabuhanratu, kemarin.

Menurutnya, kasus kematian ibu karena pendarahan hebat dan mengidap penyakit darah tinggi sangat sulit terhindari. Kasus di beberapa daerah di pelosok daerah Kab. Sukabumi sangat sulit tertolong.

"Lebih-lebih belakangan ini persedian transfusi darah yang disediakan PMI sangat tidak sebanding dengan kebutuhan masyarakat banyak," ungkapnya.

Ia menambahkan, kasus kematian ibu dan anak kerap terjadi pula di daerah yang akses sangat jauh dengan tempat persalinan. Kasus ini sampai saat ini masih sering terjadi di beberapa daerah di selatan Kab. Sukabumi. "Karena itu, khusus di beberapa daerah di selatan Kab. Sukabumi masih ada ditemukan kasus kematian ibu dan anak," ujarnya.

Harus sinergi

Menurutnya, penanganan kasus kematian ibu dan anak bukan hanyna tanggung jawab dinasnya saja, tapi harus ada sinergi dengan pihak-pihak terkait lainnya. "Usaha menekan angka kematian ibu dan anak, tidak hanya perlu adanya pemerataan sumber daya bidan yang handal masuk kepelosok daerah terpencil di selatan Sukabumi, namun sangat penting ditunjang sarana prasarana guna menunjang kegiatan persalinan di daerah," katanya.

Kadinkes pun mengakui sarana prasarana penunjang untuk kegiatan medis persalinan di pelosok daerah masih harus terus ditingkatkan. Dengan begitu diharapkan akan mampu menekan angka kematian ibu dan anak.

"Begitu pula sarana prasarana untuk mempermudah akses menuju lokasi persalinan harus menjadi perhatian khusus pemerintah daerah. Pasalnya jujur saja dibeberapa daerah terpencil masih dapat ditemukan kasus kematian yang disebabkan karena tidak menunjangnya akses jalan," ungkapnya.

Upaya lain yang dilakukan guna menekan angka kematian ibu dan anak, kata dia, diantaranya selain menggencarkan sosialisasi secara merata kepelosok daerah, juga mengoptimalkan kemitraan bidan dengan para paraji. "Selain itu secara berangsur menambah sarana berupa poskesdes di daerah," katanya.
(B.118)**