E-PAPER
ARSIP
hiburan
Senin, 22 april 2013 00:59 WIB

Arti Kota Bandung bagi Slank

BAGI dunia hiburan Tanah Air, Slank adalah grup musik besar yang berhasil menjadi salah satu band rock legendaris di Indonesia. Dibentuk oleh Bimbim pada 26 Desember 1983 karena bosan menjadi cover band dan punya keinginan kuat untuk mencipta lagu sendiri. Kemudian berhasil menjadi salah satu musisi bersejarah dan berpengaruh di Indonesia. Selain itu, Slank juga menyandang predikat sebagai Indonesia's Highest Paid Music Star (bintang musik berbayaran termahal) pada tahun 2008 dan 2009 dengan honor Rp 500 juta per show.

Kota Bandung ternyata punya arti penting dan menjadi kota yang masuk dalam catatan sejarah grup musik yang digawangi Bimbim, Kaka, Abdee, Ridho, dan Ivanka tersebut. Kota Bandung adalah kota pertama yang menjadi lokasi manggung mereka tahun 1997 dengan membawa personel baru Ridho dan Abdee, yang akhirnya menjadi formasi akhir hingga sekarang.

"Bandung bagi kami adalah salah satu kota yang memiliki arti penting dan menjadi kota bersejarah buat Slank. Ketika Ridho dan Abdee bergabung, untuk pertama kalinya kami langsung show di Bandung. Sekalian memperkenalkan formasi baru saat itu," ungkap Bimbim saat ditemui dalam acara Road to Soundrenaline, Sabtu (20/4).

Diakui, masuknya Abdee dan Ridho dalam formasi inti Slank membuat ia dan Kaka melanjutkan perjalanan bermusiknya. Diawali dengan album "Tujuh" yang dirilis Januari 1997 dengan single mengentak yaitu "Balikin". Lagu yang menandakan bahwa Bimbim dan Kaka ingin rehat dan sehat dari ketergantungan. Ditambah dengan Abdee dan Ridho yang benar-benar bersih dari narkoba, semakin menguatkan niat mereka. Mereka berhenti bukan karena takut diikuti massa yang memang sudah banyak, namun karena sudah banyak yang mengikuti mereka memakai narkoba.

Album tersebut terjual satu juta kopi hanya dalam hitungan minggu. Bimbim lagi-lagi menyumbang suaranya dalam lagu "Bimbim Jangan Menangis". Sebuah curhatan sejak tahun 1993. Ridho bermain keyboard di lagu ini. Pada tahun ini pula Bunda Iffet yang juga ibunda Bimbim mengambil alih peran manajer Slank.

"Dari sana karirr kami di musik terus mengalami kemajuan dan dampak positif. Karena itulah kami selalu mengenang Kota Bandung yang sudah menjadi bagian terpenting dalam sejarah kebangkitan Slank," paparnya.

Selain memiliki nilai sejarah, Bimbim juga mengatakan, dirinya betul-betul menyukai Kota Bandung. "Bandung juga perempuanya geulis-geulis," katanya sambil tersenyum dan mengakhiri perbincangan.
(tri widiyantie/"GM")**