E-PAPER
ARSIP
otomotif
Selasa, 13 november 2012 01:12 WIB

Ayla, Bodyguard Setia di Perjalanan

KESAN pertama langsung terasa melekat di hati saat Daihatsu menggelar uji coba Astra Daihatsu Ayla di Bridgestone Paving Ground, Karawang, Selasa (6/11), bagi wartawan yang datang dari berbagai tempat di tanah air.

Meski uji coba dimaksudkan untuk mengetahui seberapa besar kemampuan mobil murah tersebut melalui "Ayla Eco-Driving Challenge", namun tetap saja rasa penasaran muncul untuk mengetahui lebih detail mengenai city car yang disebut-sebut sangat futuristic (berwawasan ke depan) dan murah tersebut.

Kehadiran Ayla yang sudah didengung-dengungkan sejak ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) di Jakarta beberapa waktu lalu, tentu saja menggoda para penggemar mobil di tanah air termasuk wartawan yang hadir dalam test drive tersebut. Meski memang tema yang diusung kali ini lebih bersifat bagaimana mengedukasi kemampuan mengemudi yang efisien, untuk mendapatkan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) yang optimum (eco driving).

Dilihat secara kasat mata, tampilan Ayla yang merupakan karya anak bangsa, Mark Widjaja itu, dapat dikatakan sempurna untuk ukuran city car. Apalagi desain yang ditampilkan Ayla konon sudah disesuaikan dengan harapan masyarakat Indonesia. Sebab sebelum Ayla didesain, Astra Daihatsu Motor (ADM) terlebih dulu melakukan survei ke berbagai tempat di tanah air. Semua itu dilakukan untuk memenuhi harapan masyarakat Indonesia akan mobil idaman mereka yang murah, irit BBM, dan futuristic.

Dari spesifikasi tekniknya, Ayla memiliki dimensi yang sama dengan saudara kembarnya Astra Toyota Agya, yaitu panjang 3.580 mm, lebar 1.600 mm, dan tinggi 1.530 mm, serta wheelbase 2.730 mm dan radius putar 4,4 meter. Uniknya walaupun terlihat lebih mungil, namun kabin yang dimiliki Ayla cukup besar, dengan interior yang sangat memanjakan penggunanya.

Ayla menggunakan mesin 1.000 cc 3 silinder. Menariknya suara mesin Ayla tak masuk ke dalam kabin penumpang, begitu dalam kondisi diam. Getaran juga sangat minim. "GM" yang menguji Ayla di trek sepanjang 1,9 km sebanyak 2 kali putaran, memperoleh angka cukup fantastis untuk mobil yang irit, yaitu 26,5 km/liter atau menempati "GM" pada posisi keenam klasemen akhir untuk mobil Ayla manual.

Disebut-sebut sebagai mobil ramah lingkungan, Ayla dapat dikatakan irit untuk urusan konsumsi BBM. Pada Multi Information Display (MID) terdapat lampu indikator eco driving. Jika lampu indikator menyala, menandakan gaya berkendara tepat. Namun jika mati, menandakan ada yang salah dengan gaya berkendara. Lampu indikator tersebut membantu pengemudi untuk mengetahui cara mengemudi yang hemat.

Sayangnya, hingga saat ini belum jelas kapan mobil yang sudah banyak ditunggu masyarakat ini bakal diluncurkan. "Terkait dengan peraturan LCGC (Low Cost and Green Car), pihak Daihatsu akan meluncurkan produk AYLA, setelah regulasi tersebut dikeluarkan oleh pemerintah," kata Direktur Marketing PT ADM, Amelia Tjandra.

Sejatinya, acara test drive Ayla kali ini pertama kalinya digelar sejak kehadiran Ayla di Indonesia beberapa bulan lalu. Tentu saja test drive ini akan sangat menarik. Pasalnya topik test drive kali ini tidak hanya menyangkut nilai efisien Ayla, namun juga memperdalam soal kenyamanan dan keamanan mobil murah Daihatsu yang juga kembaran Astra Toyota Agya itu.

Kendati belum mencoba untuk jarak jauh, namun soal irit BBM tampaknya Ayla bisa menjadi salah satu pilihan. Selain itu, interior maupun eksterior yang futuristic menjadi keunggulan tersendiri bagi mobil dengan bobot 745 kg ini. Sebab itu, tak salah bila kemudian Ayla disebut-sebut sebagai mobil ramah lingkungan yang bisa menjadi bodyguard dalam perjalanan Anda.
(efrie ch/"GM")**