E-PAPER
ARSIP
kabar padalarang
Sabtu, 09 maret 2013 00:27 WIB

Pupu, "Terbesar dan Terlengkap"

Bandung Barat Punya Gudang Obat

CIKALONGWETAN (GM) - Pemerintah Kabupaten Bandung Barat kini memiliki gudang penyimpanan obat-obatan yang berada di Kecamatan Cikalongwetan. Gudang tersebut sengaja dibangun untuk memenuhi kebutuhan obat-obatan seluruh rumah sakit umum daerah (RSUD), 31 unit puskesmas, dan 166 puskesmas pembantu (pustu) di wilayah Kabupaten Bandung Barat. Gudang obat ini merupakan pengganti yang lama di Padalarang.

"Gudang ini yang terbesar dan terlengkap. Hampir semua jenis obat ada di sini. Jadi mulai sekarang, persediaan obat untuk wilayah KBB disimpan di sini," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) KBB, dr. Pupu Sari Rohayati di Cikalongwetan, Jumat (8/3).

Dijelaskan Pupu, pembangunan gudang obat itu menggunakan dana alokasi khusus (DAK) tahun 2010 dari pemerintah pusat sebesar Rp 1,3 miliar. Pupu menambahkan, gudang tersebut memiliki fasilitas lengkap dan modern sehingga obat yang tersimpan akan tetap terjaga dan tidak cepat rusak.

Dengan dibangunnya gudang obat tersebut, Pupu berharap, masyarakat tidak mengkhawatirkan lagi ketersedian pasokan obat-obatan. Ia memastikan, obat-obatan akan selalu didistribusikan tepat waktu, bahkan sebelum stok obat-obatan di puskesmas maupun rumah sakit habis.

"Obatnya kami antarkan langsung. Jadi petugas puskesmas tidak perlu datang ke sini. Sebelum obat habis, kami sudah kirim lagi. Jadi jangan khawatir," katanya.

Tentang pemilihan Cikalongwetan sebagai lokasi penyimpanan obat yang letaknya cukup jauh dari wilayah lainnya, Pupu mengatakan, Pemkab Bandung Barat hanya memiliki lahan yang sesuai dengan kriteria pemerintah pusat, termasuk luasnya, di daerah tersebut.

Sistem jaringan

Untuk memudahkan distribusi, Dinkes KBB juga berencana membangun jaringan secara online di seluruh puskesmas yang tersebar di 31 kecamatan. Sejauh ini, baru 6 puskesmas yang memiliki jaringan secara online. Keenam puskesmas itu berada di Cimareme, Padalarang, Pasirlangun, Pataru-man, Cikalongwetan, dan Cililin. "Saya berharap, tahun ini semua puskesmas yang jumlahnya 31 unit bisa tersambung secara online," ujarnya.

Dikatakan Pupu, jika sudah online, hal itu akan memudahkan puskesmas melakukan pemesanan obat-obatan jika stoknya habis. "Bila puskesmas kekurangan obat, bisa langsung memesan melalui jaringan online ini," katanya.

Selain sistem jaringan, kata Pupu, Dinkes juga berencana menambah armada pengiriman obat. Sejauh ini, katanya, Dinkes baru memiliki satu kendaraan.
(B.84)**