E-PAPER
ARSIP
kabar jatinangor
Sabtu, 03 agustus 2013 00:55 WIB

Bendera Merah Putih Mewarnai Jalur Mudik

CICALENGKA (GM) - Jelang arus mudik dan balik Lebaran di wilayah timur Kab. Bandung dan sekitarnya bermunculan warung-warung dadakan yang menjual makanan tradisional, posko-posko, serta penjual bendera merah putih.

Keberadaan pedagang pendera RI yang memanfaatkan ramainya arus mudik dan balik lebaran kebetulan jelang Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI ke-68 17 Agustus mendatang untuk mengadu nasib. Sejumlah pedagang bendera merah putih mulai marak terlihat di sepanjang jalur mudik di pertigaan Jalan Raya Cicalengka-Jalan Raya Garut-Bandung, Desa Sindangpakuon, Kec. Cimanggung, Kab. Sumedang, Jumat (2/8).

Selain itu, penjual bendera merah putih juga terpantau di sejumlah titik di Jalan Raya Rancaekek-Majalaya, Kab. Bandung. Mereka mengaku baru dua hari (Kamis-Jumat, 1-2/8) memasarkan bendera merah putih dengan harapan bisa meraih keuntungan.

Hasan (31), adalah salah seorang penjual bendera merah putih di Jalan Raya Cicalengka, Desa Sindangpakuon. Menurutnya, pemasaran bendera merah putih saat ini masih sepi pembeli, karena pesta Kemerdekaan RI masih dua pekan lagi.

"Biasanya, bendera merah putih mulai banyak yang membeli setelah lewat tanggal 5 atau di bawah tanggal 15 Agustus. Saya bisa menjelaskan itu karena sejak kelas VI sekolah dasar hingga kini berjualan bendera merah putih. Mudah-mudahan saja jualan bendera saat arus mudik bisa mengais rezeki," terang Hasan kepada "GM", kemarin.

Menurutnya, memasarkan bendera di jalur itu berbeda dengan memasarkan bendera di tempat lain, seperti Jawa Tengah dan Jawa Timur. "Di luar Jabar, memasarkan bendera mera putih pada awal Agustus sudah banyak yang membeli. Soalnya, banyak warga atau daerah yang melaksanakan berbagai kegiatan dan hiburan menyambut datangnya Kemerdekaan RI. Kalau di sini terlihat sepi pembeli," katanya.

Ia mengatakan, pembeli yang dibidiknya adalah masyarakat umum, terutama para pemudik. Selain itu, pegawai kantor, pabrik, desa, sekolah, dan warga perumahan. Setiap helai bendera ditawarkan Rp 10.000-Rp 40.000.

"Saya sudah dua tahun mencoba jualan bendera di tempat ini. Sebelumnya saya berjualan di Madiun, Jakarta, dan kota-kota lainnya. Saya berharap di bulan suci Ramadan, bendera yang dipajang laku keras," katanya.

Menurutnya, ia berjualan dari pagi hingga sore. "Saya pulang pergi dari Kadungora-Desa Sindangpakuon karena jaraknya sangat dekat dan ongkosnya murah," katanya.
(B.105)**