E-PAPER
ARSIP
kabar bandung
Rabu, 04 september 2013 00:39 WIB

Wahyudin, "Yang Belum Lapor ke Sekolah"

BSM di Jabar Baru Terserap 5%

TAMANSARI (GM) - Penyaluran Bantuan Siswa Miskin (BSM) di Jawa Barat baru mencapai 5% atau baru 102.000 dari 2,4 juta siswa yang berhak memperolehnya. Bagi para orangtua siswa yang memiliki Kartu Perlindungan Sosial (KPS) bisa segera mendaftar ke sekolah anaknya masing-masing.

"Sampai saat ini kita memang masih terus mendata siswa yang berhak memperoleh BSM. Dan penyaluran BSM akan berlagsung hingga akhir tahun ini," ujar Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Wahyudin Zarkasyi di sela-sela pembukaan Olimpiade Sains Nasional (OSN) di Gedung Sasana Budaya Ganesha, Jln. Tamansari, Selasa (3/9).

Diungkapkan Wahyudin, setiap kepala keluarga yang memiliki KPS, bisa mendaftarkan seluruh anaknya ke sekolah. Sehingga jika seorang kepala keluarga pemegang memiliki 5 anak, semua anaknya bisa memperoleh BSM.

"Mau anaknya 10, semua kebagian. Semua akan diberikan bantuan oleh pemerintah," katanya.

Salah satu kendala yang dihadapi dalam pendataan calon penerima BSM, yaitu tahun ajaran baru belum lama dimulai. Sehingga sekolah memang harus mendata siswa yang tidak mampu. Selain itu, lembaga penyalur juga harus menyiapkan buku tabungan bagi para penerima BSM.

"Di Jabar akan disalurkan melalui BJB (Bank Jabar Banten). Jika ada orangtua dari keluarga tak mampu tetapi tidak memiliki KPS, bisa tetap melaporkan anaknya ke sekolah. Nanti akan diproses," jelasnya.

Wahyudin mengatakan, saat ini siswa Jabar sebenarnya telah terbantu dengan adanya bantuan dari pemerintah kota/kabupaten. Dari sebanyak 26 kota/kabupaten di Jabar, 13 kota/kabupaten di antaranya telah memberikan bantuan kepada siswa.

Beberapa bahkan memberikan bantuan lebih besar dibandingkan yang diberikan pemerintah pusat. Sebagai contoh, Kab. Cirebon memberikan Rp 850.000 per tahun per siswa dan Kab. Karawang Rp 1 juta. Sedangkan Kota Banjar memberikan Rp 175.000 per bulan per siswa.

"Ini menunjukkan komitmen yang kua dari kepala daerahnya. Bukan masalah mampu tidak mampu, tetapi mau dan tidak mau," tegasnya.

Selanjutnya, BSM akan diberikan langsung kepada orangtua atau siswa (jika telah berusia 17 tahun, red) tanpa melalui sekolah atau guru. Penyaluran dilakukan kepada lembaga penyalur seperti BJB. Para orangtua dan siswa nantinya akan dibuatkan rekening dan bantuan bisa diambil sesuai kebutuhan masng-masing.
(B.98)**