E-PAPER
ARSIP
kabar padalarang
Kamis, 14 februari 2013 00:34 WIB

Pilbup Miliki Tingkat Emosional Tinggi

Budaya Politik Paternalistik

CIKALONG (GM) - Pelaksanaan Pemilihan Bupati (Pilbup) Kab. Bandung Barat (KBB) 2013 dinilai lebih memiliki tingkat emosional yang tinggi jika dibandingkan dengan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jabar. Kondisi ini lebih dipengaruhi sikap politik masyarakat yang pada umumnya bersifat paternalistik.

"Perbedaan nuansa ini karena masyarakat kita adalah masyarakat paternalistik, yakni memilih didasarkan pada hubungan emosional bukan didasarkan pada pertimbangan rasional," terang Ketua Pusat Kajian Politik Ekonomi dan Pembangunan (Puskapolekbang), Holid Nurjamil di Cikalong, Rabu (13/2).

Masih menurut Holid, munculnya hubungan emosional yang tumbuh di kalangan masyarakat lebih disebabkan oleh figur yang menjadi calon kepala daerah berdekatan dan dikenal oleh sebagian besar masyarakat. Kondisi itu sangat berbeda dengan pemilihan gubernur, di mana garis hubungan itu terlihat samar.

"Jadi wajar saja apabila masyarakat menyikapi pilgub ini biasa-biasa saja. Jangankan kenal figur, hari pelaksanaan pencoblosannya pun masih banyak yang tidak tahu," ujarnya.

Di tengah kondisi kuatnya hubungan emosional masyarakat, tambahnya, maka wajar saja apabila pelaksanaan pilbup potensi konflik dan tingkat kerawanannya pun cukup tinggi. Oleh karena itu, perlu adanya sosialisasi dari lembanga penyelenggara, dalam hal ini KPU dan elemen masyarakat lainnya untuk mendorong partisipasi, meningkatnya pemahaman dan kedewasaan berpolitik masyarakat.

"Dalam pelaksanaan pilgub, saya melihat KPU kurang optimal menggaungkan pesta demokrasi, sehingga akan berpengaruh terhadap partisipasi masyarakat," ujarnya.

Dengan tidak optimalnya sosialisasi yang dilakukan, Holid juga menaksir tingkat partisipasi masyarakat tidak akan jauh berberda dengan pelaksanaan sebelumnya yang diperkirakan hanya mencapai 60 persen dari jumlah pemilih Pilkada Jabar yang mencapai 32.536. 980 termasuk di dalamnya jumlah pemilih KBB yang mencapai 1.176.919. "Untuk pilbup sendiri masih ada waktu dua bulan. Jadi KPU harus lebih optimal melakukan sosialisasi," tegasnya.

Aman dan lancar

Sementara itu, selain ditandai dengan tingkat partisipasi masyarakat yang tinggi, suksesnya pelaksanaan pilkada juga ditandai dengan pelaksanaan yang berjalan dengan aman dan lancar. KPU dan elemen masyarakat lainnya harus berperan dalam menjaga lancarnya pelaksanaan pemilukada dari berbagai kemungkinan terjadinya hal-hal yang ditumbulkan oleh perbenturan kepentingan politik.
(B.68)**