E-PAPER
ARSIP
kabar padalarang
Jumat, 27 september 2013 00:20 WIB

Bunga dari Jawa Barat Menguasai Pasar Nasional

LEMBANG (GM) - Jawa Barat menguasai pasar bunga nasional. Angkanya bisa mencapai 60 persen. Persentase tersebut kemungkinan semakin bertambah karena nilai perdagangan bunga secara nasio­nal setiap tahun mengalami peningkat­an 6-10 persen.

Demikian diungkapkan Ketua Umum Asosiasi Bunga Indonesia (Asbindo), Glenn Pardede di sela-sela kegiatan pem­binaan petani bunga dan peluncuran benih unggul bunga Begonia Bali di Rumah Bunga Rizal, Lembang, Kamis (26/9). "Nilai transaksi bunga nasional per tahun mencapai Rp 2 triliun, 60 per­sennya dikuasai Jawa Barat. Sisanya Ja­wa Timur dan Jawa Tengah," katanya.

Dikatakannya, produk bunga secara umum terbagi dalam dua kategori yakni bunga potong dan bunga hias. Menurutnya, Jawa Barat sangat beruntung karena memiliki kedua kategori tersebut sehingga dapat memenuhi kebutuhan pa­sar.

Dikatakannya, dataran tinggi seperti Lembang dan Parongpong daerah penghasil bunga utama. Karena itu, katanya, Asbindo merasa perlu secara berkelanjutan melakukan pembinaan kepada pe­tani bunga di Jawa Barat dan KBB agar bisa meningkatkan kapasitas produksi­nya.

"Untuk Indonesia, ekspor florikultura (bunga, red) masih sangat kecil. Nilai­nya baru sekitar 14 juta dolar AS per ta­hun. Padahal potensinya besar sekali," katanya.

Ia mengungkapkan, beberapa faktor yang menyebabkan potensi tersebut ti­dak dapat dimanfaatkan, di antaranya adalah soal pandangan masyarakat Indonesia kalau memelihara bunga adalah sesuatu yang mahal dan tidak penting.

Konsultan dan ahli florikultura dari Belanda, Ton de Rooij mengatakan, cuaca dan karakteristik tanah di Bandung sangat cocok untuk membudidayakan tanaman dan bunga hias. Sayang, kata­nya, masyarakat Indonesia belum me­mi­liki kebiasaan menanam dan menata bunga di rumahnya.

"Budaya menanam itu harus dimulai dari suka. Banyak varietas bunga yang bi­sa dikembangkan di Indonesia. Salah satunya begonia bali karena terbilang bunga yang rindang, tahan panas dan hujan serta tahan penyakit," sarannya.
(B.84)**