E-PAPER
ARSIP
kabar soreang
Jumat, 30 november 2012 00:58 WIB

Bupati Terima Penghargaan e-KTP dari Kemendagri

SOREANG (GM) - Bupati Bandung, Dadang M. Naser menerima penghargaan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terkait pengelolaan e-KTP. Penghargaan diserahkan Dirjen Kependudukan, Ir. H. Irman, M.Si. di Puri Agung Hotel Sahid Jakarta, Kamis (29/11).

"Penghargaan ini merupakan apresiasi dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah yang telah berusaha semaksimal mungkin melaksanakan program nasional berupa pengelolaan KTP elektronik (e-KTP)," jelas Dadang.

Pada kesempatan itu, turut mendampingi Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcasip) Salimin dan Kepala Bagian Humas Achmad Kosasih. "Penghargaan ini pada hakikatnya bukan untuk saya pribadi, tetapi seluruh aparat yang telah menunjukkan kinerjanya yang baik dalam melaksanakan tugas perekaman e-KTP. Hal itu pun berkat peran serta masyarakat yang ikut berperan aktif memenuhi panggilan perekaman sesuai jadwal," ujarnya.

Sementara menurut Salimin, target pembuatan e-KTP yang dibebankan pemerintah pusat terhadap Kab. Bandung sebanyak 2.281.484 orang, sedangkan yang tercapai hingga akhir November 2012 tercatat 1.522.000 orang (sekitar 67 persen). "Kalau dilihat dari target, memang belum seratus persen. Tapi kalau melihat dari target perekaman e-KTP terbanyak, Kab. Bandung menempati peringkat dua setelah Kab. Bogor yang jumlah targetnya lebih besar dari Kab. Bandung," jelas Salimin.

Disebutkan, penghargaan yang diberikan Kemendagri kepada Kab. Bandung dan Kab. Bogor dilihat dari indikator terbanyak serta kriteria tercepat. "Bagi daerah yang jumlah wajib KTP-nya kecil atau di bawah satu juta, mungkin bisa meraih kriteria tercepat," katanya.

Salimin tidak memungkiri beberapa kendala yang dihadapi Kab. Bandung dalam perekaman e-KTP, di antaranya kondisi geografis dengan cakupan yang cukup luas, alat perekaman yang sangat terbatas, serta kurang akuratnya data wajib KTP khususnya menyangkut nama, tanggal lahir maupun alamat.

"Dengan jumlah wajib KTP yang mencapai 2.281.484 orang, kami hanya diberi 62 unit peralatan oleh pemerintah pusat yang tersebar di 31 kecamatan dengan tenaga operator hanya 128 orang," ujarnya.

Jemput bola

Salah satu langkah yang diambil Pemkab Bandung untuk mengatasi persoalan tersebut, di antaranya melakukan jemput bola. Cara ini dinilai cukup ampuh karena tenaga operator dan peralatannya dibawa langsung ke masing-masing kantor desa yang lokasinya cukup jauh dari pusat ibu kota kecamatan. "Meski berisiko juga, alhamdulillah bisa terlaksana dengan baik," tandasnya.
(B.104)**