E-PAPER
ARSIP
kabar daerah
Selasa, 08 oktober 2013 00:07 WIB

Buruh Tuntut Kenaikan Upah

SUKABUMI (GM) - Unjuk rasa ribuan buruh di Kab. Sukabumi, Senin (7/10) diwarnai aksi sweeping ke sejumlah pabrik di sepanjang Jalan Raya Cibadak-Cicurug. Langkah ini dilakukan sebelum massa berunjuk rasa di Gedung Negara Pendopo, Kab. Sukabumi. Merek menuntut kenaikan upah pada tahun 2014.

Ribuan buruh yang mayoritas mengendarai sepeda motor sempat berhenti di sejumlah pabrik. Di antaranya pabrik Garmen PT Muara Griya Lestari (MGL) di Jalan Raya Cikukulu, Kec. Cantayan, Kab. Sukabumi. Mereka mengajak buruh di perusahaan tersebut untuk bergabung dalam aksi di Gedung Negara Pendopo, Jln. Ahmad Yani.

Bahkan ada yang berusaha masuk ke dalam pabrik hingga mendobrak gerbang. Namun aksi berhasil dihentikan petugas keamanan dibantu petugas polsek dan Koramil.

Sementara ribuan buruh lainnya berteriak-teriak. "Kalaluar ulah caricing wae di jero pabrik. Urang unjuk rasa menta kanaikan gaji ka pamerentah," teriak salah seorang pengunjukrasa yang disambung yel-yel buruh lainnya.

Namun hal ini tidak membuat para buruh produsen baju ekspor itu terpancing. Mereka lebih memilih melanjutkan kerja.

Aksi ribuan buruh juga sempat memacetkan arus lalu lintas di Jalan Raya Cikukulu-Cisaat hingga sepanjang 3 kilometer. Selain mendapat perhatian buruh pabrik MGL dan warga sekitar.

Diterima sekda

Setiba di halaman Gedung Pendopo, rombongan yang mayoritas didominasi kaum laki-laki itu melakukan orasi di depan sejumlah pejabat Pemkab Sukabumi. Mereka diterima Sekda Kab. Sukabumi, Drs. Adjo Sarjono, PLT Dinas Tenagakarja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kab. Sukabumi, Asep Abdul Wasit, didampingi beberapa pejabat Pemkab Sukabumi lainnya.

Sambil meneriakkan yel-yel, mereka membentangkan spanduk berisi kritikan terkait murahnya upah di Kab. Sukabumi. Mereka meminta Pemkab Sukabumi menaikkan upah tahun 2014 menjadi Rp 2.290.961.

"Kami atas nama buruh meminta agar Bupati Sukabumi dapat merekomenasikan kenaikan upah hingga Rp 2.290.000. Sebab upah sekarang masih sangat rendah, hanya Rp 1,2 juta," ungkap Muhammad, salah seorang pengujuk rasa.

Mereka juga menilai kenaikan upah sebesar Rp 2,2 juta masih jauh dari standar upah di daerah lainnya di Jabotabek.

"Besaran upah yang diterima para buruh sekarang masih sangat jauh dari standar kebutuhan hidup layak (KHL)," katanya.

Sementara itu, Sekda Kab. Sukabumi Drs. Adjo Sarjono mengatakan, aspirasi para buruh akan diteruskan pada Bupati Sukabumi. "Yang jelas aspirasi para buruh akan disikapi secara serius. Mudah-mudahan secara bertahap kesejahteraan buruh di Kab. Sukabumi bisa meningkat," kataya.
(B.118)**