E-PAPER
ARSIP
kabar padalarang
Kamis, 29 agustus 2013 01:10 WIB

Daftar Tunggu Calhaj Sampai Tahun 2022

NGAMPRAH (GM) - Sedikitnya 8.000 jemaah calon haji (calhaj) asal Kabupaten Bandung Barat (KBB), harus bersabar hingga 8 tahun untuk bisa berangkat ke Tanah Suci. Karena sesuai daftar tunggu haji, mereka baru akan berangkat pada tahun 2022 mendatang. Hal itu disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) KBB, Asep Ismail, usai penutupan manasik haji tingkat KBB di Pondok Pesantren Riyadhul Huda Kec. Ngamprah, Rabu (28/8).

Berdasarkan data, jumlah calhaj KBB yang telah mendaftar untuk keberangkatan 2022 telah mencapai 8.332 orang. Hal tersebut, lanjut Asep, menunjukkan perekonomian warga KBB meningkat. "Animo masyarakat untuk menjalankan ibadah haji memang sangat tinggi, sehingga daftar tunggunya semakin panjang. Namun yang paling kita syukuri bukan saja perekomian warga yang baik, tapi niat menjalankan kewajiban ibadah haji sangat kuat," katanya.

Diungkapkannya, di KBB para calhaj yang mendaftar hampir selalu ada setiap hari dan didominasi para petani serta pedagang. Begitu pula dengan calhaj yang berangkat tahun ini, mayoritas petani. "Dari jumlah 883 calhaj yang berangkat tahun ini, sebagian besar petani dan pedagang. Kita bersyukur ketika sedang kesulitan ekonomi, mereka mau menyisihkan uangnya untuk menunaikan ibadah haji," tuturnya.

Asep menyebutkan, dari jumlah 882 jemaah haji asal KBB, 463 di antaranya wanita dan 418 calhaj laki-laki. Jumlah sebanyak itu sudah ditetapkan sebagai kuota calhaj KBB yang telah dipangkas 20 persen sesuai aturan dari Kerajaan Arab Saudi. "Jumlah awal yang tercatat 1.102 orang. Tapi karena ada pengurangan kuota, kita potong 20 persen dan hasilnya 8.332 orang yang resmi akan berangkat," paparnya.

Ia menyebutkan, keberangkatan calhaj asal KBB akan dibagi dua kloter. Untuk kloter pertama bakal diterbangkan sebanyak 442 calhaj pada 27 September. "Keberangkatan kloter pertama diantar langsung Bupati Bandung Barat di Pusdikav (Pusat Pendidikan Kaveleri) Padalarang," ujar Asep.

Penuh cobaan

Sementara Bupati Bandung Barat, H. Abubakar yang menutup kegiatan bimbingan manasik haji mengatakan, ibadah haji merupakan ibadah rohani dan jasmani yang penuh dengan ujian dan cobaan. Oleh karenanya, ibadah haji harus dilakukan dengan penuh ketabahan dan kesabaran.

"Selain pengorbanan harta dan tenaga, tidak sedikit ujian yang bersifat fisik maupun mental yang harus dihadapi di Tanah Suci. Semua cobaan itu harus dihadapi dengan tabah dan penuh kesabaran," sarannya.
(B.48)**