E-PAPER
ARSIP
kabar padalarang
Sabtu, 28 april 2012 01:25 WIB

Untuk 12.315 Siswa Miskin

Dapat Dana BSM Rp 44,3 M

BATUJAJAR (GM) - Penyaluran dana bantuan siswa miskin (BSM) harus mendapatkan perhatian dari pihak sekolah agar murid memanfaatkan bantuan tersebut sesuai dengan peruntukannya. Hal ini ditegaskan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, (Kadisdikpora) KBB, Agustina Priyanti, di Batujajar, Jumat (27/4).

"Harus dilakukan pendampingan saat membelikan barang, karena ada kehawatiran nanti uangnya digunakan untuk kebutuhan yang lain. Jangan pihak sekolah yang membelikan atau menabungkan uang bantuan itu," kata Agustina.

Berdasarkan data dari Seksi Kurikulum Bidang TK/SD Disdikpora KBB, pada tahun 2012 sebanyak 12.315 siswa miskin menerima BSM dengan keseluruhan anggaran mencapai Rp 44,334 miliar. Dana tersebut bersumber dari APBN yang disalurkan oleh Direktorat Jendral (Dirjen) Pendidikan Dasar Kementrian dan Kebudayan (Kemendikbud).

Menurut Agustina, siswa yang mendapatkan BSM sebanyak 12.315 orang, "Masing-masing siswa mendapatkan bantuan sebesar Rp 360.000. Uang diambil oleh siswa melalui rekening di kantor Pos dan Giro," katanya.

Perlengkapan sekolah

Sementara itu, Kepala Seksi Kurikulum TK/SD, E. Rahmat Karyana mengatakan dana BSM dialokasikan untuk pembelian seragam, tas, buku, dan sepatu. Agar BSM ini tepat sasaran sesuai peruntukannya, penerimanya diwajibkan menyerahkan faktur pembelian kelengkapan sekolah tersebut kepada pihak sekolah.

"Selanjutnya pihak sekolah menyerahkan kepada kantor Unit Pelayanan Teknis Dinas (UPTD) Pendidikan di kecamatan masing-masing untuk dilaporkan ke Disdikpora," katanya.

Dengan adanya BSM yang langsung ditujukan untuk membantu kebutuhan siswa miskin, diharapkan tidak ada lagi alasan siswa yang tidak sekolah. Selain itu, katanya, bantuan tersebut dapat mendorong program wajar Dikdas 9 tahun. Dengan BSM siswa miskin terbantu untuk mendapatkan perlengkapan sekolah sehingga berdampak terhadap semangat siswa untuk belajar dan berprestasi.
(B.68)**