E-PAPER
ARSIP
kabar daerah
Selasa, 13 november 2012 01:07 WIB

FPI, "Bubarkan Ahmadiyah"

CIANJUR (GM) - Puluhan orang dari Front Pembela Islam (FPI) Kabupaten Cianjur, melakukan aksi demo di depan kantor Pemkab Cianjur, Jln. Siti Jenab, Senin (11/12). Massa FPI yang mengendarai puluhan sepeda motor sambil membawa berbagai spanduk dan poster tersebut menuntut agar Jamaah Ahmadiyah Indonesia (JAI) dibubarkan.

Begitu tiba di depan pintu gerbang masuk Pemkab Cianjur yang sudah dalam kondisi tertutup, massa langsung menggelar orasi. Dalam orasinya, mereka menuntut agar Pemkab Cianjur bertindak tegas menyikapi kebaradaan JAI di Cianjur. Bahkan mereka mendesak dan menuntut Bupati Cianjur, H. Tjetjep Muchtar Soleh untuk mengeluarkan surat keputusan (SK) pembubaran JAI di Cianjur.

"Menyikapi JAI di Cianjur, Pemkab harus bisa bertindak tegas. Kalau tidak, kami sendiri akan bertindak dengan cara kami. Kalau pemerintah tidak ingin kami yang bertindak, kami minta pemerintah bisa bertindak," kata Ketua DPW FPI Cianjur, Awaludin disela aksinya.

Tidak hanya mendesak Pemkab Cianjur untuk bertindak tegas menyikapi masalah JAI, juga aparat harus bisa melakukan hal yang sama. Pihaknya menilai keberadaan JAI di Cianjur saat ini sudah meresahkan masyarakat. "Hanya satu kata yang kami inginkan, bubarkan Ahmadiyah," tegas Awaludin.

Meski tidak sampai terjadi tindakan anarkis, aksi massa FPI ini mendapatkan pengawalan ketat puluhan aparat baik dari kepolisian maupun anggota Satpol PP Cianjur.

Setelah melakukan orasi di depan gerbang masuk Pemkab Cianjur, massa FPI melanjutkan aksinya dengan mendatangi Masjid Al Ghofur di Jln. Dr. Muwardi (Bypass) yang dikenal sebagai tempat ibadah milik JAI. Massa meminta agar masjid tersebut tidak lagi digunakan.

Beruntung, petugas yang sebelumnya sudah siaga berhasil menghalau massa sehingga tidak sampai melakukan hal yang tidak diinginkan. Massa FPI akhirnya membubarkan diri dengan tertib.
(B.101)**