E-PAPER
ARSIP
kabar daerah
Selasa, 19 maret 2013 00:32 WIB

Galau, ABG Rela Digauli Kakek-kakek

UMUMNYA, usia tua identik dengan loyo, tidak bergairah, dan kehilangan semangat. Namun tidak bagi ES (64). Warga Kampung Kudang, Desa Limbangan Timur, Kec. Balubur Limbangan, Kab. Garut ini tetap prima dan perkasa.

Buktinya, dia masih berhubungan intim dengan Bunga (bukan nama sebenarnya), anak baru gede (ABG) berusia 16 tahun hingga beberapa kali. Hal itu dilakukannya sejak pertengahan 2012.

Menurut Kapolsek Limbangan, Kompol Imron Rosyadi, kasus tersebut terungkap saat orangtua korban dan komite sekolah merasa curiga karena sang ABG yang tinggal di Kampung Sukasirna, Desa Ciwangi, Kec. Balubur Limbangan, Kab. Garut itu kerap menyambangi rumah si kakek. Padahal antara di gadis dengan pria tua itu sama sekali tidak ada hubungan keluarga.

"Orangtua dan komite sekolah merasa curiga, si gadis hampir setiap hari menyambangi rumah kakek yang sudah menduda selama belasan tahun dan hidup sendiri itu. Mereka kerap berdua-duaan," terangnya, Senin (18/3).

Berdasarkan laporan itu, aparat menciduk ES. Kepada petugas, ES mengaku telah menggauli korban sebanyak empat kali. Aksi terakhir dilakukan pada bulan Februari 2013.

Imron menuturkan, tersangka merupakan paman Deri, mantan pacar korban. Sepertinya korban yang berinisial WSR awalnya menemui tersangka untuk curhat. Rupanya, kondisi korban yang sedang galau dimanfaatkan tersangka untuk melakukan pendekatan.

Tutur kata ES yang lemah lembut, akhirnya meluluhkan korban yang tengah frustrasi akibat diputuskan sang pacar. Setelah si gadis terbuai dengan rayuannya, si kakek mulai beraksi. Sayangnya Bunga tidak pernah menolak saat tersangka kembali melampiaskan hasratnya.

Ulah asusila sang kakek harus ditebus dengan mahal. ES kini akan menghabiskan waktunya di balik jeruji besi.

Namun tak sedikit pun rasa penyesalan terpancar di wajahnya. Dia pun bersikukuh, hubungannya dengan Bunga dilakukan atas dasar suka sama suka.

Kendati demikian, petugas masih mendalami kasus yang sempat menghebohkan Limbangan itu. Untuk sementara, kepolisian menjerat tersangka dengan Undang-undang No. 81 ayat (1) dan (2) dan Undang-undang No. 23/2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman paling lama 15 tahun penjara.

"Menurut keterangan tersangka, hubungan intimnya dengan korban dilakukan atas dasar suka sama suka. Kendati demikian tersangka tetap kami jerat dengan Undang-undang No. 81 ayat (1) dan (2) serta Undang-Undang No. 23/2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman paling lama 15 tahun penjara," pungkas Imron.
(ayep setiadji/"GM")**