E-PAPER
ARSIP
hiburan
Senin, 01 juli 2013 19:18 WIB

Sambut Ramadan di Trans TV

"Hanya Tuhanlah Yang Tahu"

istimewa
JAKARTA (GM) - Drama televisi spesial bertema religi "Hanya Tuhan Lah Yang Tahu" akan menjadi tayangan unggulan Trans TV selama bulan suci Ramadan. Drama yang digarap dengan format dan kualitas film layar lebar ini mulai tayang perdana di hari pertama bulan Ramadan Senin – Minggu pukul 20.30 WIB.

Ide cerita dan skenarionya dikarang oleh penulis terlaris dan ternama Wahyu H.S. Seorang penulis yang telah berhasil melahirkan drama televisi Para Pencari Tuhan (PPT).

"Didukung cerita yang kuat, pemain yang kuat, serta pengarapan yang baik secara filmis, kami percaya tayangan ini akan mampu berkomunikasi dengan penontonnya. Harapannya pesan-pesan positif yang ada di film ini dapat pula memengaruhi masyarakat secara positif, selain juga dapat menjadi hiburan selama bulan suci Ramadan," terang A. Hadiansyah Lubis, Head Of Marketing Public Relations Trans TV, dalam Jumpa pers, yang berlangsung di Studio Trans TV, Jakarta, Kamis (27/6).

Selain itu, kata Hadi, "Drama televisi religi ini, diharapkan mampu memberi angin segar bagi drama pertelevisian Indonesia. Skenario dan cerita yang kuat tentang sebuah perjuangan dakwah agama yang diambil dengan sudut pandang berbeda menjadikan program ini lain dari drama pada umumnya," terangnya.

Drama ini mengisahkan seorang Ustadz Muda dari sebuah pesantren kecil di bawah naungan Kyai Din. Cerita dimulai ketika Ustadz Zen yang diperankan Vino G. Bastian dikirim untuk berdakwah kesebuah desa misterius yang dikenal dengan "Kampung Maling atau Cimaling".

Konon berdakwah di Cimaling sangatlah sulit. Bahkan banyak sekali pendakwah dari berbagai agama telah mati saat ingin mengenalkan konsep tentang agama dan Tuhan ke warga Cimaling tersebut.

Kyai Din sendiri memiliki tekad kuat ingin meng-Islam-kan warga Cimaling. Untuk itulah Ustadz Zen diutus, dengan syarat bahwa dakwahnya di Cimaling akan menjadi mas kawin Ustadz Zen untuk menikahi Vira (Fanny Gazani), Anak Kyai Din dan sang istri diperankan oleh Renita Sukardi. Untuk mendapatkan restu Kyai Din, maka berangkatlah Ustadz Zen ke desa berbahaya itu.

Ustadz Zen merupakan murid Kyai Din (Marwoto) seorang pemimpin pesantren yang nyentrik dengan karakter nyeleneh dan cerdik, tetapi ia selalu bersikap bijak dalam mengajarkan agama dengan cara yang tidak biasa. Namun demikian, dia sangat menyayangi murid-muridnya terutama Ustadz Zen.

Amanah yang diemban Ustad Zen tidaklah mudah, ia harus berhadapan dengan Master King (Egi Fadli), pemimpin di Kampung Cimaling dan tangan kanannya Ki Slampret (Mamiek) ‘orang pintar' yang dihormati di kampung tersebut untuk memantau gerak-gerik Ustadz Zen.

Di tengah perjuangannya Ustadz Zen pun harus berhadapan dengan maling cantik bernama Pinoy (Masayu Anastasia), anak dari Ki Slampret dan komplotan lainnya yg diperankan Yurike Prastika.
edk