E-PAPER
ARSIP
kabar jatinangor
Rabu, 01 mei 2013 00:57 WIB

Rp 3 Juta/m2

Harga Tanah di Jatinangor Sudah Tidak Wajar

JATINANGOR (GM) - Pesatnya pertumbuhan properti di Kec. Jatinangor, Kab. Sumedang turut mendorong naiknya harga tanah yang kini sudah tidak masuk akal.

"Harga lahan tanah di Kec. Jatinangor naik sebagai imbas dari semakin banyaknya bangunan seperti perguruan tinggi, mal, dan apartemen," kata tokoh masyarakat Jatinangor sekaligus Ketua Perkumpulan Gerakan Djatinangor (Pagerdjati), Deden Dony kepada wartawan, Selasa (30/4).

Harga tanah di Jatinangor yang mencapai Rp 3 juta/m2 membuat bingung pengusaha yang berniat membuka usaha. Namun kendati mahal, tetap saja diburu.

"Tingginya harga tanah di Jatinangor dianggap wajar. Artinya pengusaha masih tetap untung jika berinvestasi di wilayah Jatinangor," katanya.

Didampingi Sekjen Pagerdjati, Agus Bustanul, Deden Dony mengatakan, kos-kosan, apartemen, dan mal kini mewarnai wilayah Kec. Jatinangor. Namun sebagian pemiliknya justru bukan warga Jatinangor. Ini salah satu bukti investasi di Jatinangor sangat menjanjikan.

"Yang jelas, pengusaha menilai Jatinangor sebagai ladang usaha yang tepat dan menguntungkan. Diharapkan, keberadaan pengusaha tersebut ada maslahatnya bagi warga dan Pemerintah Kab. Sumedang," katanya.

Sementara itu, salah seorang pengusaha restoran di Jatinanagor, Uda Pudin (40) mengaku kawasan Jatinangor memiliki pangsa pasar tersendiri.

Menurut pria kelahiran Padang, Sumatra Barat itu, usaha rumah makan di lokasi pendidikan tersebut cukup menjanjikan. "Sudah hampir 10 tahun saya berjualan di Jatinangor dan alhamdulillah lancar," katanya.

Menurut Uda, melambungnya harga tanah di kawasan Jatinangor bisa dimaklumi karena Jatinangor telah menjadi kawasan pendidikan dengan berbagai pembangunannya.

"Hingga saat ini saya belum tahu berapa nilai jual objek pajak (NJOP) di Jatinangor. Yang pasti, melambungnya harga tanah di Jatinangor akibat ulah calon tanah. Buktinya, ada tanah di Jatinangor yang ditawarkan calo tanah dengan harga yang tidak sesuai NJOP," katanya.
(B.115)**