| Selasa, 09 Maret 2010 |
|
| KA Seret 4 Motor, 1 Tewas 3 Luka |
|
 |
 |
IMAM CAHYADI/GM SEORANG pengendara sepeda motor tewas di tempat setelah tertabrak kereta api di pintu perlintasan KA, Jln. Garuda Bandung, Senin (8/3). |
|
GARUDA,(GM)-
Empat unit sepeda motor terseret Kereta Api (KA) Patas Baraya Geulis jurusan Cicalengka-Bandung-Padalarang, saat melewati jalur perlintasan KA di Jln. Garuda, Kec. Andir, Senin (8/3) sekitar pukul 11.33 WIB.

Akibatnya, Sukri (40), warga Cikancung, Kab. Bandung tewas seketika. Sementara Wab Teguh (26), warga Blok Sawah, Kab. Bandung, kritis dan dirawat di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Dua korban lainnya, Candra Dewi (40), warga Gunung Batu, dan Wahyu Rahmat (36), warga Graha Rancamanyar mengalami luka-luka.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun "GM" di lokasi kejadian, dua KA melintas bergantian sebelum peristiwa itu terjadi. KA pertama Parahyangan melintas dari arah Padalarang ke Bandung, dan pintu perlintasan dalam keadaan tertutup. Saat KA sudah melintas di perlintasan Jln. Garuda, pintu perlintasan terbuka kembali secara otomatis.
Namun, tidak lama kemudian KA Baraya Geulis lewat dari arah Bandung ke Padalarang, sehingga pintu perlintasan menutup kembali. Namun nahas, beberapa motor yang telanjur menerobos perlintasan terhantam KA seketika. Motor bebek nopol D 5423 SK yang dikendarai Sukri terseret hingga 5 meter. Sukri datang dari arah Jln. Garuda menuju Jln. Abdurachman Saleh. Teguh yang mengendarai motor nopol D 5218 FG, datang dari arah yang sama. Begitu juga dengan Wahyu Rahmat yang mengendarai motor nopol D 3922 TG.
Sedangkan Chandra Dewi yang menunggangi motor Vario nopol D 3202 HC, datang dari arah Jln. Abdurachman Saleh. Diduga keempat pengendara motor tersebut berusaha menerobos perlintasan KA.
Korban diperkirakan tidak melihat KA yang datang, dan juga tidak mendengar pengumuman dari operator pintu perlintasan yang menyebutkan ada satu lagi KA yang akan melintas. Akibatnya, begitu pintu terbuka sedikit secara otomatis, mereka langsung nyelonong masuk.
"Pintu perlintasan itu terbuka otomatis. Kalau ditutup, baru kita yang mengoperasikannya. Saat pintu terbuka pun kita langsung menutup kembali. Tapi entah kenapa, sepeda motor itu malah masuk dan peristiwa itu pun terjadi," ungkap Nanang Sasmita, petugas jaga pintu perlintas KA Jln. Garuda, kepada wartawan.
Dijelaskan, tepat pukul 11.33 WIB, dua KA tersebut memang dijadwalkan melintas di perlintasan pintu KA Garuda secara bergantian. Ia menambahkan, saat itu keadaan lalu lintas di lokasi sangat padat. Ratusan sepeda motor terlihat berlomba melintasi pintu rel KA begitu terbuka.
Melanggar UU
Kasatlantas Polresta Bandung Barat, AKP Kurnia mengatakan, para korban diduga memang melintas pada jalur yang tidak semestinya dan menerobos jalur perlintasan KA. "Keempat korban sudah melanggar 2 peraturan UU, yaitu UU Lalu Lintas dan UU Perkeretaapian. Kasus ini adalah human error," tegasnya.
Karena itu, pihaknya akan memperketat penjagaan di jalur perlintasan tersebut. Meski selama ini, diakui Kurnia, polisi telah melakukan penjagaan secara maksimal. "Setiap hari kami melaksanakan penjagaan di jalur perlintasan itu. Kejadian ini diharapkan dapat menjadi pelajaran bagi kita semua. Terlebih untuk para pengendara motor," paparnya.
Peristiwa itu menyedot perhatian warga setempat. Tidak sedikit pengguna kendaraan bermotor menghentikan kendaraannya untuk melihat tiga motor yang kondisinya rusak berat. Bahkan, saat jasad Sukri dibawa ke RSHS menggunakan ambulans, banyak warga yang mengabadikan peristiwa itu menggunakan handphone. (B.116)**
|
|
| Share |
|
|