DIPONEGORO,(GM).-
Menjelang arus mudik 2010, Dinas Perhubungan Kota Bandung siap menyediakan 1.494 unit bus di dua terminal yang ada di Kota Bandung. Bahkan Dishub pun memperkirakan terjadi lonjakan penumpang sebanyak 10% dibandingkan arus mudik pada tahun sebelumnya.
DIPONEGORO,(GM).-
Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) mengeluarkan anggaran Rp 3 miliar lebih untuk bantuan instansi vertikal, seperti Polda Jabar dan Kodam III/Siliwangi. Bantuan anggaran tersebut termasuk pengamanan arus mudik dan balik Lebaran tahun ini.
TASIKMALAYA,(GM).-
Dinas Perhubungan membuka 10 posko pengaduan di 10 terminal utama di wilayah Jawa Barat. Pembentukan posko tersebut untuk menyediakan laporan dan pengaduan penumpang ketika merasa ditelantarkan atau diperlakukan semena-mena oleh perusahaan otobus (PO).
CIREBON,(GM).-
Jalan Lingkar Nagreg mulai dibuka untuk umum hari ini, Jumat (3/9) atau H-7 Lebaran 2010. Namun pemerintah masih melakukan pelebaran di jalur tersebut, yaitu pada tanjakan Citiis dengan lebar 3 meter.
TAMAN KOPO,(GM).-
Anggota Komisi A DPRD Kab. Bandung, Kamis (2/9) mendatangi kantor KPU setempat di Jln. Taman Kopo Indah. Mereka meminta kejelasan KPU terkait masalah IT yang digunakan untuk quick count (QC), perekrutan operator IT, dan partisipasi masyarakat dalam menggunakan hak politiknya.
BLK. FACTORY,(GM).-
Kisruh pasca-Pemilukada Kab. Bandung tidak lepas dari peran yang dilakukan KPU setempat. Menurut pemantauan yang dilakukan Lembaga Survei Nasional (LSN) yang beralamat di Jln. Jend Ahmad Yani No. 2 Jakarta, sedikitnya ada empat kesalahan fatal yang dilakukan lembaga yang dipimpin Osin Permana tersebut.
KATAPANG,(GM).-
Sedikitnya 116 rumah di RW 08, 09, dan RW 10 di Desa Pangauban, Kec. Katapang, Kab. Bandung rusak akibat serangan angin puting beliung, Kamis (2/9) sekitar pukul 15.30 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian yang membuat kepanikan tersebut.
Kamis, 03 September 2009
Gempa di Jabar, 34 Tewas
ANWARI JANUAR M/GM
PULUHAN rumah di Perumahan Kebon Kopi, Kp. Kebon Kacang, Desa Margamulya, Kec. Pangalengan, Kab. Bandung, hancur setelah diguncang gempa, Rabu (2/9).
TASIKMALAYA,(GM)-
Gempa berkekuatan 7,3 pada Skala Richter (SR) yang berpusat di 142 km sebelah barat daya Tasikmalaya, tepatnya di 8,24 derajat lintang selatan dan 107,32 derajat bujur timur, mengguncang hampir seluruh wilayah Jawa Barat, Rabu (2/9) sekitar pukul 14.55 WIB.
Gempa juga terasa di sebagian wilayah DKI, Banten, dan Jawa Tengah. Akibat gempa tersebut, 34 jiwa melayang (lihat tabel data, red), ratusan luka-luka dan ribuan rumah dilaporkan mengalami kerusakan.
Berdasarkan pernyataan resmi Gubernur Jabar, H. Ahmad Heryawan, seusai menggelar rapat koordinasi dengan unsur Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) Jabar di Gedung Pakuan, Jln. Otto Iskandardinata Bandung, semalam, disebutkan, sebanyak 34 orang tewas dan 118 luka ringan akibat bencana gempa bumi yang di terjadi tersebut.
Selain itu, sebanyak 2.325 unit rumah dinyatakan rusak berat dan 708 unit rumah rusak ringan akibat bencana alam tersebut. Sedangkan 40 orang di sembilan kabupaten dinyatakan hilang dan masih dalam proses evakuasi.
Korban tewas berasal dari Kab. Tasikmalaya 8 orang, Kab. Bandung 8 orang, Kab. Cianjur 10 orang, Kab. Garut 3 orang, Kab. Bogor 2 orang, Kab. Ciamis, Kab. Kuningan, Kab. Bandung Barat masing-masing satu korban.
Ia menambahkan, seusai rapat dengan muspida, Gubernur akan membuat surat pernyataan bencana alam di Jabar. Surat ini dinyatakan untuk bisa mengeluarkan anggaran bencana alam pada APBD Jabar. Dalam APBD 2009, katanya, anggaran untuk bencana ini sebesar Rp 90 miliar. Namun untuk keperluan penanggulangan bencana ini belum dipastikan nilainya.
Keterangan yang dihimpun "GM" menyebutkan, kerusakan terparah akibat gempa terjadi di pusat gempa, yaitu di wilayah Tasikmalaya. Ratusan bangunan mengalami kerusakan dan 8 warga meninggal dunia. Sementara warga yang mengalami luka-luka berjumlah ratusan orang.
Di Kota Tasikmalaya, korban tewas akibat gempa antara lain Ny. Irah (45), warga Cintapada, Kec. Cibeureum, Kota Tasikmalaya dan Wisnu (9), warga RT 03/RW 01 Sukasetia Kel. Sukaasih, Kec. Purbaratu, Kota Tasikmalaya.
Sementara berdasarkan keterangan dari Kasubag Pemberitaan Kab. Tasikmalaya, di Kab. Tasikmalaya sendiri korban tewas sebanyak 5 orang. Mereka adalah Hendra (7), warga Desa Sukasetia, Kec. Cisayong, Kab. Tasikmalaya dan Yuli (12), warga Kp. Cibiuk, Desa Karangmukti, Kec. Salawu, Kab. Tasikmalaya serta empat korban lainnya belum diketahui identitasnya. Sedangkan korban luka ringan sebanyak 19 orang, 173 rumah hancur, dan 60 rumah lainnya rusak.
Di Kab. Bandung, khususnya di Kec. Pangalengan, 8 warga dilaporkan meninggal, 82 lainnya mengalami luka berat dan ratusan luka ringan. Adapun korban tewas adalah Imas, Ayi Kuswa, warga Desa Margamukti, Kec. Pangalengan; Imas (13), warga Desa Pangalengan, Kec. Pangalengan; Ny. Raswadi (57), Ucup (5), Febri (2,5), Warniah (50), Rendi, warga Kp. Cintakarya, Desa Cibeureum Kertasari, Kab. Bandung.
Rumah warga yang rusak ringan dan berat, di antaranya berada di Kec. Arjasari 127 rumah, Kec. Katapang 77 rumah, Kec. Bojongsoang 460 rumah, Kec. Kutawaringin 302 rumah dan 1 SD, Kec. Cangkuang 63 rumah, Rancabali 22 rumah dan 13 bangunan sekolah, dan Kec. Banjaran 1.357 rumah.
Di wilayah Pangalengan, situasinya gelap gulita, terlebih listrik dipadamkan. Warga sendiri saat ini berlindung di lokasi terbuka dan membuat posko darurat di wilayah masing-masing. Tidak hanya itu, warga pun melakukan penjagaan ronda malam untuk mengantisipasi terjadinya penjarahan.
Bupati Bandung, Obar Sobarna dan Kapolres Bandung, AKBP Imran Yunus, Dandim 0609 Kab. Bandung/Kota Cimahi, Letkol Inf. Yanuar Adil serta jajaran muspika dan muspida, sempat melakukan pemantauan di lapangan semalam. Termasuk juga bantuan makanan dan minuman, saat ini telah diterima para korban bencana.
Kab. Garut
Guncangan gempa juga turut menewaskan 4 warga dan 3 luka-luka di Kab. Garut. Sementara puluhan bangunan serta bangunan lainnya juga dilaporkan rubuh atau rusak, termasuk sejumlah bangunan di lingkungan RSU dr. Slamet Garut.
Mereka yakni Novi bin Gandi (16), warga Kp./Desa Kiara Kohok, Kec. Cikelet; Erna, warga Kp. Cikelet Hilir, Desa/Kec. Cikelet; Cepi bin Ade (15) asal Kp./Desa Mancagahar, Kec. Pameungpeuk; dan Mamah (40), warga Kec. Cisompet. Para korban sedang tidur ketika tertimpa bangunan rumah yang runtuh diguncang gempa.
Selain itu, gempa juga membuat sedikitnya 11 orang mengalami luka berat. Sebanyak 8 orang merupakan warga Kec. Pameungpeuk dan tiga lainnya warga Kec. Garutkota. Tiga korban dari Kec. Garutkota mengalami luka sobek cukup parah pada bagian kepala, tangan, dan kedua kaki akibat terkena pecahan kaca rumah.
Ratusan bahkan mungkin ribuan warga yang berada di sepanjang pantai Garut Selatan, saking paniknya sampai beramai-ramai mengungsi ke tempat yang lebih tinggi untuk menghindari kemungkinan terjadinya tsunami.
Kab. Bogor
Korban jiwa akibat gempa juga terjadi di Kab. Bogor. Mereka adalah Yati (45) dan Soma (60). Keduanya warga Kp. Babakan RT 01/RW 01 Desa Cimande, Kec. Caringin, Kab. Bogor. Selain korban jiwa, gempa juga merusak ratusan rumah dan puluhan warga terluka.
Menurut keterangan Kepala Kantor Kesbang Linmaspol Kab. Bogor, H. Wawan Setiawan kepada "GM", ratusan rumah di sejumlah kecamatan di Kab. Bogor rusak. Di Kec. Caringin terdata sebanyak 281 rumah rusak, 175 di antaranya mengalami rusak berat, di Kec. Megamendung dari 40 rusak, 20 rumah rusak berat. Kemudian di Kec. Cisarua hanya 6 rumah rusak, Cijeruk 49 rumah dan 41 mengalami rusak berat.
Kab. Cianjur
Sementara itu dari Kab. Cianjur dilaporkan, akibat gempa yang terjadi, sedikitnya 57 orang dilaporkan hilang, diduga tertimbun longsor, di Kp. Gununghanafi RT 04/RW 01 Desa Cikangkareng dan Kp./Desa Pamoyanan, Kec. Cibinong, Kab. Cianjur. Sedangkan 11 rumah di kampung tersebut juga tertimbun.
Hingga pukul 20.00 WIB, jumlah korban yang berhasil dievakuasi dari timbunan longsor mencapai 11 orang. Sembilan di antaranya meninggal dunia dan dua orang kondisinya kritis. Para korban yang berhasil dievakuasi seluruhnya ditampung di Bale Desa Pamoyanan, Kec. Cibinong yang letaknya sekitar 500 meter dari lokasi longsor.
Para korban yang tewas tertimbun longsor di antaranya Danil (13), Cucu (2), Saeful (45), Makmur (40), Deni (12), Iman (13), Wuryati (35), dan Riki (10). Kedelapan korban meninggal tersebut berasal dari Desa Cikangkareng, Kec. Cibinong. Selain itu korban yang meninggal adalah Misbah (45), warga Kp./Desa Pamoyanan, Kec. Cibinong dan Waidi (45), warga Kp./Desa Padasuka, Kec. Cibinong.
Korban tewas juga dilaporkan terjadi di Kec. Pagelaran dan Sukanagara, masing-masing ditemukan satu korban meninggal dunia akibat tertimbun. Dengan demikian seluruh korban tewas akibat gempa di Kab. Cianjur sementara mencapai 12 orang. Sepuluh korban berasal dari Kec. Cibinong dan dua korban berasal dari Kec. Sukanagara dan Pagelaran.
Kota Bandung
Di Kota Bandung, akibat gempa tersebut, sejumlah bangunan mengalami kerusakan. Yang cukup parah dialami SMAN 23 Bandung yang berada di kawasan Antapani. Akibat gempa, tiga ruang kelas dan satu lab. komputer yang berada di lantai 3 gedung I roboh. Sebanyak 45 unit komputer yang digunakan siswa, dua komputer administrasi, dan 1 server pun rusak dan tak bisa diselamatkan.
Berdasarkan laporan, selain SMAN 23 Bandung, kerusakan pun terjadi di SMPN 29 dan SMPN 52 Bandung serta SMKN 1 Bandung. Di Rusunawa Cingised, gempa merusak sebagian bangunan. Dari dua blok yang dihuni 192 KK, terdapat sejumlah penghuni yang mengalami luka-luka.
Kerusakan juga terjadi di Hotel Hyatt, Gedung Balai Puslitbang PU Wilayah Bandung, Gedung HSBC Jln. Asia Afrika, dan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Di UPI, kurang lebih 3 gedung serta 25 ruang kelas yang berada di lantai empat mengalami kerusakan berat akibat gempa. Bahkan puluhan mahasiswa menderita luka ringan dan sepuluh orang di antaranya terpaksa dilarikan ke RS Advent.
Kab. Bandung Barat
Dampak dari gempa bumi yang berpusat di Tasikmalaya juga dirasakan warga Kab. Bandung Barat. Diperkirakan lebih dari 500 rumah mengalami rusak ringan dan rusak berat. Sebanyak 137 di antaranya berada di Desa Pangauban, Kec. Batujajar. Selain itu, puluhan warga juga dilaporkan mengalami luka ringan dan luka berat.
Sukabumi
Di Sukabumi, sekitar 700 bangunan diperkirakan mengalami rusak berat dan rusak ringan. Namun sejauh ini, belum diperoleh informasi secara pasti berapa jumlah warga korban akibat peristiwa tersebut.
Hingga Rabu (2/9) sore kemarin, Dinas Sosial (Dinsos) kota dan Dinsos Kab. Sukabumi masih terus melakukan inventarisasi jumlah bangunan rumah yang rusak, termasuk jumlah korban yang tertimpa reruntuhan material bangunan yang ambruk.
Sedangkan di Sumedang, guncangan gempa yang terjadi kemarin merusak bangunan perkantoran dan gerbang beton menuju pendopo utama Bupati Sumedang. (tim galamedia)**