JLN. ACEH,(GM).-
Rencana pembangunan gedung baru DPRD Kota Bandung yang dilengkapi dengan fasilitas fitness center, menimbulkan perdebatan di kalangan anggota dewan itu sendiri. Ada yang mendukung keberadaan fitness center, namun ada pula yang menolaknya dengan alasan fasilitas itu tidak diperlukan karena tidak secara langsung menunjang kinerja.
JLN. ACEH,(GM).-
Ruas jalan di Kota Bandung siap dilalui para pemudik Lebaran tahun ini. Beberapa kerusakan yang ada sudah diperbaiki, meski ada perbaikan yang hingga kini masih berlangsung.
DIPONEGORO,(GM).-
Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) akan menggunakan sistem katalog elektronik (electronic catalogue/e-catalogue) dalam pengadaan barang dan jasa. Dengan sistem ini pembelian barang oleh pemerintah tidak lagi menggunakan proses tender/ lelang. LKPP menargetkan penerapan e-catalogue sudah berjalan akhir tahun ini.
PASTEUR,(GM).-
Sejumlah keluarga pasien memprotes keberadaan sejumlah stan Bazar Ramadan yang berada di sejumlah lorong Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS). Meski hanya berlangsung selama satu hari, namun stan bazar tersebut dianggap mengganggu aktivitas, baik itu untuk penjenguk/pembesuk pasien, pasien yang berobat maupun rawat inap.
GANESHA,(GM).-
Toleransi beragama di Amerika Serikat, terutama di lingkungan belajar sangat tinggi. Namun yang menjadi masalah adalah teknis menjalankan ibadah untuk warga yang beragama muslim, seperti puasa dan salat Jumat.
ASIA AFRIKA,(GM).-
Untuk meningkatkan jumlah pengguna listrik prabayar, PLN Distribusi Jawa Barat dan Banten (DJBB) akan menggratiskan biaya administrasi migrasi listrik pascabayar ke prabayar (token, red). Termasuk juga menggratiskan biaya untuk penggantian meteran tanpa perubahan daya.
RADJIMAN,(GM).-
Dinas Pendidikan Jawa Barat berupaya mencairkan tunjangan profesi dan fungsional guru di Jawa Barat sebelum hari raya Lebaran. Namun, proses pencairan dana tunjangan ini bergantung pada Kantor Pelayanan Pembayaran Negara (KPPN).
DIPONEGORO,(GM).-
Sejumlah masyarakat yang tergabung dalam Forum Penyelamat Jawa Barat (Format Jabar) memasang replika prangko berukuran 1 meter x 80 sentimeter bergambar foto Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan di pagar pintu masuk Gedung Sate.
ASIA AFRIKA,(GM).-
Pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) membutuhkan dukungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam pengembangan usahanya. Antara lain dukungan dalam memperoleh sertifikasi halal untuk produknya.
GASIBU,(GM).-
Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol. Jaya Subrianto mengimbau kepada masyarakat yang memiliki akun di jejaring sosial, supaya tidak menulis status pulang kampung atau mudik. Menurut Jaya, status di jejaring sosial dapat dimanfaatkan pelaku kejahatan untuk melakukan aksi pencurian.
MATRAMAN,(GM).-
Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Kota Bandung siap menerima laporan dari masyarakat terkait parsel kedaluwarsa. Masyarakat harus menyertai laporannya dengan bukti-bukti untuk menjantuhkan sanksi kepada penjual.
SUDIRMAN,(GM).-
Baru menjabat satu minggu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Barat (Kanwil Kemenag Jabar), H. Saeroji sudah menjadi korban oknum tidak bertanggung jawab. Nama Saeroji dicatut untuk mengiming-imingi jemaah calon haji (calhaj) waiting list yang ingin berangkat haji tahun ini.
TAMANSARI,(GM).-
Untuk mewujudkan West Java Cyber Province (WJCP), Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jabar akan menjalin kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi di Jabar. Menurut Kepala Diskominfo, Dudi Sudrajat, dari 400 perguruan tinggi negeri maupun swasta, sebanyak 170 PTN/PTS yang berbasis komunikasi dan informatika.
DIPONEGORO,(GM).-
Gubernur dan Kapolda Jabar menyarankan agar para pedagang pasar tumpah, tukang delman, dan becak yang bisa mangkal di jalur utama mudik tidak melakukan aktivitasnya pada H-7 hingga H+7. Untuk itu setiap bupati dan wali kota diimbau untuk memberikan kompensasi.
LEUWIPANJANG,(GM).-
Bus yang rencananya akan digunakan sebagai angkutan Lebaran masih banyak yang belum dilengkapi alat pemecah kaca. Padahal, alat tersebut dinilai sangat penting ketika terjadi hal-hal darurat.
Senin, 26 Oktober 2009
Obat Belum Siap, Pengobatan Massal Kaki Gajah Ditunda
SOREANG,(GM)-
Pemkab Bandung menunda pelaksanaan pengobatan massal untuk pencegahan dan mengobati penyakit kaki gajah (filariasis) di wilayahnya. Pengobatan yang semula direncanakan pada 28 Oktober, diundur menjadi 10 November 2009.
Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kab. Bandung, drg. Grace Median, M.Kes. mengatakan, penundaan disebabkan Departemen Kesehatan belum mengirim semua obat-obatan yang diperlukan.
"Kiriman obat-obatan untuk menangani penyakit filariasis dari Depkes belum semua. Karenanya waktu pengobatan massal pun akan diundur. Rencananya pengobatan akan kita lakukan tanggal 10 November 2009," kata Grace, belum lama ini.
Menurut Grace, pengobatan diberikan kepada seluruh masyarakat Kab. Bandung. Obat-obatan tersebut harus dikonsumsi sesuai aturan oleh seluruh masyarakat, baik yang mempunyai penyakit kaki gajah maupun tidak.
Obat yang akan diberikan, lanjutnya, menimbulkan efek samping seperti panas dan pusing-pusing. "Makanya saat pembagian nanti, diberikan juga obat untuk mengantisipasi efek samping tersebut," katanya.
Obat yang akan diberikan berupa Diethyl Carbamagazine Cibrate (DEC) dan Albendazole. "Tapi karena akan ada efek samping seperti panas atau pusing, kita juga berikan parasetamol," ujarnya.
Menurut Grace, dari hasil penelitian, efek samping yang akan dirasakan tidak ada yang parah. Masyarakat tidak perlu khawatir dengan efek samping yang ditimbulkan obat pencegah kaki gajah tersebut.
"Jangan kwawatir efek samping lain. Kalaupun nantinya ada yang merasakan panas dan pusing, itu ringan dan akan segera hilang setelah diberi parasetamol," tegasnya.
Selain melakukan pemberian obat, lanjut Grace, untuk mencegah penyebaran penyakit gajah, Pemkab Bandung melakukan sosialisasi kepada masyarakat, yang menelan biaya hingga Rp 2,1 miliar. Sosialisasi bukan hanya mengenai penyakit tersebut, tapi juga tentang pentingnya mengonsumsi obat secara teratur.
Ditegaskan Grace, dibutuhkan perubahan perilaku masyarakat supaya mau mengonsumsi obat. "Obat yang nanti diberikan tidak seperti imunisasi, di mana dilakukan di tempat. Tapi obat ini dimakan di rumah. Yang dikhawatirkan, obat tersebut tidak dimakan. Makanya kita perlu sosialisasi akan pentingnya makan obat tersebut," jelasnya.
Berdasarkan data yang dihimpun "GM", 23 penduduk Kab. Bandung mengidap penyakit kaki gajah. Sedangkan daerah yang menjadi penyebaraan penyakit akibat cacing filaria ini, di antaranya Kec. Margaasih, Pameungpeuk, Paseh, Majalaya, Ibun, dan Kec. Soreang. (B.97)**