Tim Robotika Unikom Jajal Dua Kejuaraan Internasional
Berharap Mengulang Sukses di Negeri Paman Sam
SEPERTI kata pepatah, merebut gelar juara lebih mudah ketimbang mempertahankannya. Hal itulah yang kini dirasakan tim robotika dari Universitas Komputer Indonesia (Unikom). Tim yang terdiri dari mahasiswa teknik elektro, Rodi Hartono dan Yusrilla Kerloza (ketua tim robotika dan dosen pendamping) direncanakan akan ikut berlaga dalam ajang robot internasional Robogames 2010 di San Mateo, Amerika Serikat, 21-23 April mendatang. Pada 2009, Rodi berhasil meraih gelar juara pertama setelah menyisihkan peserta yang berasal dari 20 negara lainnya.
"Setiap tahun tingkat kesulitan kontes robot berbeda dan terus meningkat. Kombinasinya akan diacak terus. Karena itu, saya rasa tahun ini akan lebih berat ketimbang tahun sebelumnya," tuturnya kepada wartawan di kampus Unikom, Jln. Dipati Ukur, belum lama ini.
Persaingan juga dirasakan semakin berat karena sebelum ke San Mateo, rupanya Rodi juga akan berlaga pada ajang Trinity College Fire Fighting Home Robot Contest 2010 di Hartford, Connecticut, Amerika Serikat, 10-12 April. Cina yang tengah maju pesat di berbagai bidang dianggap merupakan rival terberat.
"Di Trinity, selain tim dari Cina, ada pengurangan jumlah tim yang akan berlaga. Sementara jumlah robotnya bertambah. Ini juga dirasakan berat," tuturnya.
Dikatakan Rodi, persiapan menghadapi dua kontes internasional ini sudah mencapai 80 persen. Sisanya hanya tinggal menghaluskan trek dari robot yang akan ia bawa serta mempersiapkan semua peralatan, termasuk suku cadang yang akan dibawa. Tiga robot akan dipertandingkan dalam dua ajang itu. Terdiri dari Robot Beroda DU-114-V10, Robot Berkaki Next-116, dan Robot Berkaki Tarantula-116. Rencananya mereka akan mengikuti kategori senior robot berkaki dan senior robot beroda.
Sudah siap
Pembantu Rektor III Bidang Kemahasiswaan Unikom, Hj. Aelina Surya mengatakan, segala hal mengenai administrasi keberangkatan tim robotika untuk dua ajang internasional 2010 sudah siap dan tidak ada kendala. Mengingat tahun sebelumnya pada 2009 di ajang Robot Trinity, tim robotika terganjal visa sehingga tidak dapat berlaga.
Dari Trinity, tim tidak akan pulang ke Indonesia. Mereka akan langsung ke San Francisco guna mengikuti Robogames. "Keberangkatan tim robotika Unikom kali ini bekerja sama dengan Departemen Luar Negeri dan Depdiknas, didanai Direktorat Pendidikan Tinggi Depdiknas. Tapi untuk Robogames murni dari Unikom. Sementara untuk pengembangan robotika mendapatkan bantuan khusus dari pemprov," katanya.
Dengan telah siapnya administrasi dan peralatan, Aelina dan Rodi berharap akan dapat mengulang sukses seperti tahun sebelumnya. Setelah sukses mengibarkan bendera merah putih di hadapan perwakilan 20 negara lain, Rodi diganjar dan mendapatkan beasiswa dari Dikti Depdiknas senilai Rp 12,1 juta. "Dengan segala persiapan dan dukungan berbagai pihak, meski berat tapi saya bisa optimistis," katanya. (rinny /”GM”)**