HOME BERITA UTAMA BANDUNGSOREANGCIMAHIPADALARANGJATINANGORDAERAHOPINIHIBURANESKULRAMADAN OLAHRAGA KISAH
KABAR BANDUNG
Senin, 06 September 2010
H-5 Lebaran Jumlahnya Semakin Meningkat
Parkir Ilegal Marak di Pusat Kota
ALUN-ALUN,(GM).-
Pusat kota yang meliputi Jln. Dewi Sartika, Oto Iskandar Di Nata (Otista), Kapatihan, Dalem Kaum, dan Jln. Asia Afrika serta kawasan Alun-alun, Minggu (5/9), seperti lautan manusia dan kendaraan.

Senin, 06 September 2010
Satpol PP Janjikan Penertiban Besar-besaran pada Malam Takbiran
Penertiban PKL di Masjid Raya Bandung Tak Berbekas
ALUN-ALUN,(GM).-
Penertiban yang dilakukan Satpol PP terhadap PKL di Masjid Raya Bandung Provinsi Jawa Barat, Jumat (3/9), tidak menyisakan bekas. PKL kembali menyerbu halaman masjid untuk kembali berjualan, Minggu (5/ 9).

Senin, 06 September 2010
Polisi Periksa Lima Saksi
MERDEKA,(GM).-
Pemilik senjata senapan angin berkaliber 4,5 mm merek Sharp Tiger, Imam bersama lima saksi lainnya diperiksa Polrestabes Bandung, Minggu (5/9). Kelima saksi di antaranya Suhaya, pegawai bagian cleaning service, Kasubag Rumah Dinas Gubernur Jawa Barat, Yeni, sopir pengantar RA ke rumah sakit, serta seorang teman RA yang ada di lokasi kejadian.

Senin, 06 September 2010
Harga Daging Ayam, Daging Sapi, dan Sayuran Tidak Stabil
Stok Banyak, Harga Naik
TAMANSARI,(GM).-
Memasuki H-5 Lebaran, harga daging ayam di sejumlah pasar tradisional di Kota Bandung kembali naik, menembus Rp 30.000/kg. Padahal sehari sebelumnya harga daging ayam masih berkisar antara Rp 28.000 hingga Rp 29.000/kg.

Senin, 06 September 2010
Smartfren ESB Sapa Konsumen
BLK. FACTORY,(GM).-
Dalam rangka memperkenalkan produk serta layanan terbaiknya ke seluruh lapisan masyarakat, PT Smart Telecom (Smart) dan PT Mobile-8 Telecom Tbk. (Fren) menggelar program karyawan Smartfren "Employee Sales Blitz (ESB)", Jumat (27/8).

Senin, 06 September 2010
XL Sediakan Posko Mudik
BLK. FACTORY,(GM).-
Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang sedang melakukan perjalanan mudik Lebaran, PT XL Axiata menggelar layanan khusus XL Mangkal Mudik Rame. Layanan ini berupa posko mudik Lebaran yang menghadirkan berbagai layanan gratis seperti layanan fast facilities, fast refreshment, fast shopping, games via Twitter, Facebook, Foursquare, serta traffic mudik info.

Senin, 06 September 2010
RUU Lembaga Keuangan Mikro Disahkan Akhir Tahun
TAMANSARI,(GM).-
Komisi VI DPR RI menargetkan rancangan undang-undang (RUU) lembaga keuangan mikro akan disahkan pada akhir tahun 2010. Lembaga keuangan mikro untuk mengantisipasi masalah yang dihadapi usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), terutama yang berkaitan dengan pembiayaan.

Senin, 06 September 2010
Diperkirakan Antara 5% Sampai 10%
Kunjungan ke Objek Wisata Naik
BLK. FACTORY,(GM).-
Jumlah wisatawan yang mengunjungi berbagai objek wisata di Kota Bandung diperkirakan naik 5-10% dari hari-hari biasa. Demikian dikatakan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung, Priyana Wirasaputra yang dihubungi "GM", Minggu (5/9).

Senin, 06 September 2010
Siswa SD Diduga Korban Kekerasan
PASTEUR,(GM).-
Makmun Suhendar (12), siswa SD Cikudayasa, Kel. Cipadung, Kec. Cibiru, Kota Bandung sudah empat hari dirawat secara intensif di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS). Makmun diduga menjadi korban kekerasan yang dilakukan salah seorang gurunya di sekolah.

Senin, 06 September 2010
Gubernur Imbau Pemudik Utamakan Keselamatan
GEDUNG PAKUAN,(GM).-
Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengimbau agar para pemudik yang menggunakan kendaraan, baik roda dua maupun roda empat memperhatikan keselamatan dan kenyamanan di jalan. Begitu pun dengan pemudik yang menggunakan angkutan umum.

Senin, 06 September 2010
"Customer Service" Telkomsel Raih Customer Service Star
BLK. FACTORY,(GM).-
Sebanyak 12 orang customer service Telkomsel terdiri dari 6 orang frontliner, 5 team leaders, dan seorang manajer, mendapatkan anugerah Customer Service Star di ajang The 6th National Customer Service Champhionship 2010 yang berlangsung sejak 23 Juli-21 Agustus 2010.

Selasa, 09 Februari 2010
Soal Rumdin UPI Tawarkan Mediasi
SETIABUDHI,(GM)-
Proses hukum berupa gugatan yang dilakukan puluhan dosen atas rumah dinas yang pernah ditempatinya, mengakibatkan rencana dan strategi (renstra) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) 2010 menjadi terhambat. Meski demikian, UPI masih membuka peluang penyelesaian permasalahan secara kekeluargaan kepada para penggugat tersebut.

"Kami dari awalnya juga menginginkan penyelesaian secara kekeluargaan karena ini menyangkut nama UPI. Apalagi dalam penyelesaian kasus ini, kami juga telah mengupayakan dengan cara yang persuasif, meski penyelesaian masalah perumahan berdasarkan perundang-undangan harus dilakukan upaya represif," kata Ketua Lembaga Bantuan Hukum UPI/Kuasa Hukum Khusus Rektor UPI, Prof. Astim Riyanto, S.H., M.H., dalam jumpa pers kepada wartawan di ruang rapat Gedung University Center UPI, Jln. Setiabudhi, Senin, (8/2)

Menurutnya, berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 40/1994 tentang rumah negara, Peraturan Mendiknas No. 76 2008 tentang pengelolaan rumah negara di lingkungan Depdiknas, Keputusan Menteri Pekerjaan Umum No. 22/PRT/M/2008 serta Permendiknas No. 76/2008. Pejabat dan atau pegawai negeri sipil yang tidak lagi menduduki jabatannya atau tidak lagi menjadi PNS, harus mengosongkan dan menyerahkan rumah negara kepada departemen dalam waktu paling lambat 3 bulan setelah berakhirnya jabatan atau status PNS melalui pemimpin perguruan tinggi.

"Dengan ketentuan hukum di atas jelas bahwa Peraturan Menteri Pendidikan Nasional dan Kebudayaan No. 0124/1975, yang dijadikan pegangan oleh para penggugat, gugur dengan sendirinya," tuturnya.

Berlarut-larutnya kasus itu juga, ditambahkan Ketua Komisi Perumahan Azis Mahfudin, membuat renstra UPI yang seharusnya rampung pada 2010 terhambat. Karena Majelis Wali Amanat pada renstra tersebut menyebutkan tidak adanya lagi rumdin di lingkungan kampus UPI.

Rumdin yang ada di lingkungan UPI berjumlah 120 unit. Dari jumlah itu, lebih dari 45 penghuninya sudah keluar dan yang menggugat 40 orang.

Sambut baik

Di tempat terpisah, salah satu pensiunan yang menggugat UPI, Alwi K. Ismail didampingi Prof. Bohar Suharto menyambut baik keinginan tim kuasa hukum UPI untuk mediasi. Sebab selama ini para penggugat justru menginginkan mediasi yang selalu deadlock akibat Rektor UPI, Prof. Sunaryo dianggap tidak pernah mau bertemu.

"Kami ke sini (UPI) atas dasar keinginan pemerintah pada tahun 1960-an yang menginginkan adanya interaksi dosen dan mahasiswa di lingkungan kampus. Sebab itu keinginan kami tetap, yakni jika dipindahkan maka harus ruilslag/relokasi atau kompensasi senilai Rp 500 juta/kepala keluarga," katanya. (B.107)**
Share

copyright © 2001 www.klik-galamedia.com