HOME BERITA UTAMA BANDUNGSOREANGCIMAHIPADALARANGJATINANGORDAERAHOPINIGEMARRAMADAN OLAHRAGA KISAH
SKETSA
Rabu, 11 Agustus 2010
Berdamai dengan Upin dan Ipin
JUJUR saja, saya pribadi merasakan kejengkelan yang kian mendalam pada Malaysia, terutama dengan segala klaim kebudayaan milik Indonesia yang beberapa waktu semakin menjadi-jadi. Keris, batik, dan bahkan reog ponorogo. Ugh!

Selasa, 10 Agustus 2010
Rapor Merah dan Pembolos
KLOP, ciples pisan, podo wae, sami mawon, mungkin begitu banyak kata singkat yang pas untuk menggambarkan kesamaan penilaian kinerja lembaga eksekutif (pemerintah pusat sampai daerah) dan lembaga legislatif (DPR pusat sampai daerah). Yang satu dikenal dengan penilaian "rapor merah" dan yang satu lagi dengan predikat "pembolos".

Senin, 09 Agustus 2010
Puasa dan Etos Kerja
MENGAWALI bulan Puasa sudah pasti kita dihadapkan pada kondisi tubuh yang sedikit lesu karena kurang terbiasa dengan asupan makanan yang berkurang, sehingga mengakibatkan menurunnya stamina. Dengan menurunnya stamina secara langsung memunculkan sikap malas. Telat bekerja dan bangun siang merupakan kondisi awal yang dihadapi saat menjalankan ibadah puasa.

Sabtu, 07 Agustus 2010
Kota Budaya
BEBERAPA waktu lalu, saya sempat melakukan perjalanan budaya dan liputan seni ke Kota Surakarta, Jawa Tengah. Kota yang dikenal sebagai kota berwawasan budaya dan Keraton Surakarta ini memang sangat akrab dengan seniman dan budayawan.

Jumat, 06 Agustus 2010
Teror Gas 3 kg
HEBOH ledakan tabung gas 3 kg yang kerap terjadi akhir-akhir ini menjadi teror nyata bagi masyarakat. Terutama bagi rakyat kecil yang baru memakai gas tersebut melalui program konversi minyak tanah ke gas sejak 2008 lalu. Sebelumnya, mereka boro-boro tahu soal cara pemasangan regulator dan tektek-bengek lainnya soal penggunaan gas.

Kamis, 05 Agustus 2010
Buku Sekolah Elektronik
SETIAP tahun ajaran baru, selalu saja ada permasalahan yang harus dihadapi orangtua murid. Salah satunya, buku paket pelajaran. Buku memang merupakan salah satu sarana penting dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan dan mendukung keberhasilan kegiatan belajar mengajar (KBM).

Rabu, 04 Agustus 2010
Masih Soal Info(tainment)
BEBERAPA tahun silam ketika saya ditugaskan meliput kegiatan sebuah pesantren terkait pengerahan pasukan jin dalam sebuah muktamar besar, saya bertemu dengan Kiai Ubaidillah, salah seorang kiai di Pesantren Cipasung Tasikmalaya, adik K.H. Ilyas Ruhiyat (alm.).

Selasa, 03 Agustus 2010
Jalan Rusak
SAYA tidak ingin mengatakan Pemkab Bandung kurang baik dalam membuat rencana pembangunan jalan, karena memang tidak memiliki data lengkap mengenai hal tersebut. Namun ketika sejumlah warga kampung dan beberapa RW di Kel. Jelekong Baleendah mengeluhkan cara kerja pemerintah dalam merehab Jalan Raya Laswi, Baleendah sehingga mengakibatkan rusaknya jalan desa yang sehari-hari mereka lewati, akhirnya menjadi pikiran juga.

Senin, 02 Agustus 2010
Homo Homini Lupus
SEORANG kawan pernah berkeluh kesah dan mengaku was-was ketika mengendarai sepeda motor untuk berbagai keperluan, terutama ketika berangkat atau pulang kerja.

Sabtu, 31 Juli 2010
Gagal Nyalon
HABIS sudah apa yang dimiliki Mang Pe'i. Ya hartanya, ya harga dirinya, juga seluruh pendukungnya yang selalu menjanjikan kemenangan padanya dalam pemilihan kepala desa (pilkades), untuk kembali berkuasa lima tahun ke depan. Kekalahannya dalam pilkades tahun ini tinggal menyisakan puing-puing kebanggaan dan rasa percaya dirinya sebagai calon kepala desa yang merasa paling diunggulkan.

Jumat, 12 Maret 2010
Teroris Lingkungan
Oleh: Enton Supriyatna Sind
POLISI kita memang hebat. Tokoh teroris paling dicari oleh empat negara, Dulmatin, ditembak mati di Pamulang, Banten. Dulmatin disebut-sebut sebagai orang yang hierarki dan kepakarannya dalam membuat bom di atas Noordin M. Top dan Dr. Azahari. Ibarat deretan hits lagu-lagu populer, segera saja kabar tentang teroris menggeser ingar-bingarnya pengungkapan kasus Bank Century.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata "teror" berarti usaha menciptakan ketakutan, kengerian, dan kekejaman oleh seseorang atau golongan. Terorisme berarti praktik tindakan teror. Dengan demikian, tindakan kekerasan yang menggunakan amunisi hanyalah bagian dari aksi teror. Bukan satu-satunya bentuk aksi terorisme.

Dalam makna yang lebih luas, bisa juga berarti segala bentuk kejahatan yang menimbulkan ketakutan dan mengancam kelangsungan hidup manusia. Maka, pada konteks ini, kejahatan terhadap lingkungan merupakan tindakan teror yang sangat berbahaya. Pelakunya layak diganjar dengan hukuman setimpal.

Buah dari kejahatan terhadap lingkungan, hari ini sudah sangat terasa. Bencana yang disebabkan ulah manusia terjadi di mana-mana. Semisal banjir, longsor, rusaknya pertanian akibat limbah pabrik, kekeringan akibat pengambilan air tanah yang tidak terkendali, hutan rusak akibat penebangan liar, atau kota yang tertutup lumpur seperti di Sidoarjo, Jawa Timur.

Beberapa waktu lalu, Kementerian Lingkungan Hidup menegaskan, akan segera memberlakukan Undang-undang (UU) No. 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme bagi setiap perusak lingkungan. Dalam UU tersebut secara umum dikatakan, setiap orang yang dengan sengaja melakukan teror sehingga menyebabkan lingkungan menjadi rusak, dapat dipidana mati atau penjara sedikitnya empat tahun.

Namun, rasa-rasanya kok tidak terdengar gema permberlakuan UU tersebut untuk perusak lingkungan. Di sisi lain, seringkali kita disuguhi informasi kerusakan lingkungan di banyak tempat akibat perbuatan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Masyarakat juga kerap berteriak menyuarakan penderitaan mereka akibat kondisi tersebut.

Tampaknya penanganan kasus-kasus lingkungan banyak berkutat di tingkat wacana. Sementara kita semua tahu, tindakan terorisme lingkungan bisa jauh lebih buruk akibatnya ketimbang ledakan amunisi. Menimbulkan dampak lebih lama, dengan jumlah korban lebih banyak. Kasus kerusakan puluhan hektare sawah di Rancaekek, Kab. Bandung akibat limbah pabrik, misalnya, hingga kini ngabuntut bangkong. Belum terdengar lagi bagaimana hasil kerja tim khusus yang dibentuk Pemprov Jabar untuk menangani masalah tersebut. Setiap tahun para pemilik sawah cuma bisa menjerit, tanpa ada jalan keluar.

Memang penanganan secara hukum bukanlah satu-satunya jalan untuk mengatasi persoalan lingkungan. Langkah edukasi dengan pendekatan nilai-nilai agama, umpamanya, bisa dijadikan sebagai upaya preventif. Apalagi jika edukasi dilakukan sejak dini.

Menarik kiranya orasi Prof. Dr. M. Abdurrahman saat pengukuhannya sebagai Guru Besar Universitas Islam Bandung (Unisba), beberapa waktu lalu. Dalam pidato yang berjudul "Belajar dari Sunnah Nabi: Membangun Ijtihad Berwawasan Lingkungan", dia mengatakan, sodaqoh jariah di masa depan harus digalakkan di bidang lingkungan.

Persoalan ini memang sangat jarang disentuh. Kebanyakan dari kita memahami agama dalam bentuk kesalehan individual dan mengabaikan kesalehan sosial. Soal memelihara kebersihan dan kelestarian lingkungan sejauh ini masih sekadar slogan yang manis diucapkan. (Penulis, wartawan Galamedia)**
Share

copyright © 2001 www.klik-galamedia.com