E-PAPER
ARSIP
kabar bandung
Jumat, 07 juni 2013 00:32 WIB

Jago Matematika Juara OSN IPS

JAGO matematika, siswa SMP 5 Kota Bandung, Dimas Laksana Yudharaputra, sukses meraih juara Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2013 di bidang ilmu pengetahuan sosial (IPS) di Batam, 16-17 Mei lalu. Atas raihannya tersebut, Dimas akan mengikuti Olimpiade IPS Internasional di Moskow Rusia, 26 Juli mendatang.

Lalu, kenapa siswa yang memiliki nilai matematika 96 ini menjadi juara Olimpiade IPS? "Di tingkat sekolah, saya sebenarnya ingin ikut Olimpiade Matematika. Tetapi karena pesaingnya berat, saya memilih ikut seleksi Olimpiade IPS. Hasilnya, saya juara tingkat nasional," katanya.

Hal itu diakui guru pembimbingnya, Hj. Mimin Aminah. "Itu memang strategi Dimas agar bisa ikut OSN. Dan ternyata, Dimas sukses menjadi juara," katanya.

Kendati demikian, Dimas mengaku menyukai pelajaran IPS khususnya geografi. Sejak kecil ia senang melihat peta dan menghafalkan bendera negara-negara yang ada di dunia.

Sebelum terpilih mewakili Indonesia di ajang internasional, Dimas memulainya dari tingkat sekolah. Dari beberapa temannya yang ikut seleksi, Dimas terpilih mewakili SMPN 5. Setelah itu, bersaing dengan sejumlah siswa dari sekolah lain. Dimas sukses terpilih untuk mewakili Kota Bandung di tingkat Jawa Barat dan pada 14 April lalu, ia sukses menjadi juara OSN Jabar.

Perjuangan anak bungsu dari pasangan dr. H. Yudhaputra Tristanto dan dr. Hj. Gustiara Yudha ini berlanjut di tingkat nasional. Di OSN 2013 di Batam, Dimas harus bersaing dengan 98 siswa lainnya dari seluruh Indonesia. Di hari pertama, Dimas harus menyelesaikan soal-soal sejarah, geogafi, sosiologi, dan ekonomi. Dilanjutkan dengan tes praktik tentang sejarah, geografi, ekonomi, dan sosiologi.

Di hari kedua, Dimas diminta mempresentasikan sebuah tema yang ditentukan panitia. "Ada tema pengelolaan sampah, lingkaran setan kemiskinan, dan pemanasan global. Tema tersebut dibagikan 15 menit sebelum presentasi. Dan saya kebagian tentang pemanasan global. Alhamdulillah saya bisa," tutur siswa kelahiran Bandar Lampung, 12 Maret 2000 ini.

Jelang keberangkatannya ke Moskow, Dimas akan kembali menempa pengetahuannya tentang geografi. Karena olimpiade internasional akan lebih dititikberatkan pada geografi. Selain itu, ia juga mulai berlatih berbahasa Inggris. Para peserta olimpiade internasional diwajibkan menggunakan bahasa Inggris sebagai pengantar.

"Targetnya, saya ingin menjadi juara di Moskow," katanya. Namun urusan cita-cita, Dimas menegaskan ingin menjadi dokter. "Saya ingin menjadi dokter seperti orangtua saya," ujar siswa kelas 8C SMPN 5 ini.

Semoga sukses Dimas, raih cita-citamu!
(brilliant awal/"GM")**