E-PAPER
ARSIP
kabar daerah
Senin, 25 maret 2013 01:01 WIB

Jalan Ditutup Akibat Gorong-gorong Rusak

SUBANG (GM) - Jalan Desa Tanjungsari Barat, yang merupakan akses menuju kota Kecamatan Cikaum, Subang hingga saat ini tidak bisa dilewati kendaraan roda empat maupun roda dua. Gorong-gorong di jalur itu telah dua bulan dibiarkan rusak.

"Rusaknya gorong-gorong sudah terjadi sejak dua bulan silam, termasuk jalan desanya rusak berat, namun hingga kini belum ada tanda-tanda akan diperbaiki," kata Saefudin Tohir, salah seorang warga Kp. Kosedan, Desa Tanjungsari yang ditemui "GM", Minggu (24/3).

Sehubungan hal itu, sejumlah kendaraan kerap melintas masuk jalan gang di dekat lokasi sehingga mengganggu masyarakat sekitar. "Di sana banyak anak-anak, kita mengkhawatirkan keselamatan mereka. Makanya, kita kini tengah menggalang dana untuk memperbaikinya. Soalnya pemerintah desa ataupun kabupaten, membiarkan kerusakan itu berlarut-larut," tandasnya.

Sementara warga lainnya, Dede meminta agar Pemkab Subang memperbaiki gorong-gorong tersebut karena sudah dua bulan tak kunjung diperbaiki.

Berdasarkan pantauan "GM", jalan desa maupun kabupaten di hampir setiap wiayah kecamatan banyak yang mengalami kerusakan. Apalagi di Kecamatan Cijambe ada yang sudah bertahun-tahun rusak parah dan hingga kini belum juga diperbaiki. Salah satunya di Desa Cikadu, jalan sepanjang 1 km nyaris hanya berupa batu-batu tajam yang bercampur lumpur. Jika hujan deras, maka air kerap menggenangi badan jalan.

Hambat aktivitas

Dadang, warga setempat mengatakan, kerusakan jalan di desanya sangat menghambat aktivitas warga. Sebab jalan itu merupakan akses terdekat menuju daerah Subang Kota. "Tidak ada lagi jalan ke kota. Memang ada jalan lain, tetapi harus berputar dengan jarak dua kali lipat melewati Desa Cimenteng yang jalannya juga rusak," ujarnya.

Kepala Dinas Bina Marga dan Pengairan Kab. Subang, H. Umar membenarkan adanya jalan yang rusak, termasuk jembatan dan gorong-gorong. Semuanya sudah dianggarkan dalam APBD 2013 walaupun tidak semua karena jalan desa kewenangannya ada pada desa melalui anggaran desa.

"Untuk yang berstatus jalan kabupaten, termasuk di dalamnya jembatan maupun gorong-gorong maupun tembok penahan tanah (TPT) untuk saluran, tinggal menunggu surat perjanjian kerja sama (SPK) dengan kontraktor yang akan ditandatangani sekitar April atau Mei nanti," katanya.

Ia menyatakan, anggaran untuk infrastruktur masih terbatas di bawah Rp 100 miliar. Padahal total jalan kabupaten yang masih dalam kondisi rusak mencapai 40 persen dari total 1.045 km. "Sekitar 25 persen di antaranya rusak berat, 15 persen rusak ringan, dan sisanya rusak sedang. Sementara anggaran perbaikan jalan tahun ini yaitu Rp 80 miliar, belum termsuk jembatan dan gorong-gorong," katanya.
(B.76)**