E-PAPER
ARSIP
kabar padalarang
Senin, 17 september 2012 01:36 WIB

Jangan Ada Kepsek Titipan

BATUJAJAR (GM) - Pertimbangan profesionalisme guru yang akan menjadi kepala sekolah (kepsek) merupakan harga mati untuk mendorong kemajuan dunia pendidikan. Tidak boleh ada istilah titipan atau alasan lain yang bertentangan dengan pertimbangan profesionalisme.

Hal tersebut disampaikan Dewan Pendidikan Kabupaten Bandung Barat (KBB), Dr. Daeng Arifin kepada "GM", Minggu (16/9). "Dalam kegiatan mutasi, yang di dalamnya ada promosi dan rotasi, harus didasarkan pada manajemen SDM (sumber daya manusia). Ini harus menjadi komitmen kita bersama sehingga tidak mungkin ditembus oleh apa yang namanya kepentingan," kata Daeng.

Menurut Daeng, pemilihan seorang guru menjadi kepsek sudah pasti harus melalui proses penilaian yang berjenjang. "Seleksi ini akan menghasilkan personel yang dinilai mempunyai kemampuan untuk ditempatkan pada jabatan tersebut (kepala sekolah, red)," katanya.

Ia mengungkapkan, dalam pengakatan guru menjadi kepala sekolah, ada sejumlah peraturan yang memayunginya antara lain Peraturan Kementerian Pendidikan Nasional (Permendiknas) No. 28 Tahun 2010 tentang Penugasan Guru Sebagai Kepala Sekolah/Madrasah, Peraturan Daerah (Perda) Penyelenggaraan Pendidikan, dan Peraturan Bupati (Perbup) No. 22 Tahun 2012 tentang Guru yang Diberi Tugas Tambahan sebagai Kepala Sekolah.

"Sudah pasti, peraturan ini memberikan jaminan akan menghasilkan guru yang memiliki kemampuan dan layak untuk ditempatkan. Karena apabila salah menempatkan, bisa menjadi persoalan di kemudian hari. Seperti sekolah yang sudah maju tidak mungkin ditempati oleh guru yang baru menjabat kepsek," katanya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) KBB Agustina Piryanti sempat mengatakan, pihaknya akan melakukan seleksi untuk mengisi 111 jabatan kepsek yang kosong. Ia meminta, proses seleksi itu harus dihormati semua pihak.

Olah raga tradisional

Sementara itu, Forum Komunikasi Guru Olahraga (FKGO) KBB telah menyusun arah dan kebijakan organisasi dan program kerjanya dalam sebuat rapat kerja yang digelar di SDN Cipatik, Kecamatan Cihampelas, Senin (10/9). Dalam rapat kerja yang dihadiri sekitar 30 guru olahraga di KBB itu, program pertama yang dicanangkan FKGO adalah sosialisasi olahraga tradisional.

"Dalam raker, kita membahas penyusunan program kerja dan juga menyempurnakan AD/ART," kata Ketua FKGO KBB, Ade Suryana.

Dijelaskan Ade, penyusunan program kerja terbagi dalam tiga tahapan, yakni jangka pendek, menengah, dan panjang. Program kerja yang disusun FKGO KBB untuk tahun 2012-2017. "Salah satu program jangka pendek yang kita lakukan adalah penyelenggaraan pelatihan untuk meningkatkan kompetensi guru. Selain itu juga langkah-langkah pembinaan terhadap siswa juga kita bahas," ujarnya.

Dikatakan Ade, AD/ART FKGO hasil raker telah diserahkan kepada Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Kadisdikpora) KBB, Agustina Piryanti untuk mendapatkan koreksi dan persetujuan.
(B.68)**