E-PAPER
ARSIP
kabar daerah
Rabu, 18 desember 2013 00:19 WIB

Jembatan Panyirapan Ambruk

SUMEDANG (GM) - Jembatan sepanjang 18 meter dan lebar 3 meter yang melintang di atas Sungai Panyirapan Desa Me­karjaya, Kec. Sumedang Utara, Kab. Sumedang, ambruk akibat diterjang banjir. Plh. Bupati Su­medang, Drs. Ade Irawan, M.Si., Selasa (17/12), berjanji akan memperbaikinya tahun depan.

Berdasarkan informasi yang di­peroleh "GM" kemarin, tanda-tanda bakal ambruknya jembatan itu sudah terlihat jauh hari sebelumnya. Hal itu terlihat dari adanya retakan pada abutment atau pe­nyangga jembatan di kedua sisi jembatan. Puncaknya, banjir yang meluap sampai ke batas ketinggi­an tanggul sungai Minggu (15/12), menyeret dan menerjang jembatan hingga ambruk.

"Pada Senin (17/12), jembatan yang menghubungkan Desa Me­karjaya dan Kelurahan Kota Kulon itu benar-benar putus," kata Camat Sumedang Utara, Drs. Deddy T.W., kemarin.

Ia mengatakan, akibatnya akses dari dan menuju Desa Mekarjaya melalui jembatan tersebut lum­puh. Alhasil, warga yang ada di seberang sungai harus memutar meng­gunakan jalan lain, untuk me­lakukan aktivitasnya di luar desa. Sedangkan jalan yang dianggap paling dekat adalah melalui wila­yah Desa Margamukti.

Untuk mengatasi kesulitan itu, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kab. Sumedang dibantu warga telah membuat jembatan sementara ter­buat dari bambu. Jembatan da­rurat itu hanya bisa dilalui pejalan kaki dan pengguna sepeda motor.

Perbaikan

Plh. Bupati Sumedang, Drs. Ade Irawan, M.Si. usai meninjau lokasi kejadian, berjanji akan segera mem­perbaiki jembatan tersebut pada tahun depan. Diperkirakan anggaran yang dibutuhkan untuk membangun jembatan itu mencapai Rp 750 juta.

"Keberadaan jembatan ini cu­kup vital dalam mendukung aktivitas dan menggerakkan roda per­ekonomian warga. Untuk itu, pemerintah memandang penting untuk segera membangun kembali jembatan tersebut. Diperkirakan anggaran yang dibutuhkan mencapai Rp 750 juta. Dan, itu akan kami anggarkan dalam APBD 2014," katanya.

Menurutnya, pembangunan jem­batan akan memakan waktu lama. Apalagi sebelumnya, harus dilakukan melalui proses tender untuk menentukan rekanan yang akan melaksanakan pekerjaan tersebut.

Oleh sebab itu, pemerintah kini tengah mengupayakan untuk mencari bantuan pinjaman jembatan bailey (jembatan darurat sistim knock down. Jembatan dengan bentangan dan lebarnya yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan, biasanya dimiliki oleh pasukan Zeni TNI AD. "Sambil menunggu jembatan permanen dibangun, kami akan perintahkan kepada institusi terkait untuk mencari bantuan pinjaman jembatan bailey. Sehingga, akses dari dan menuju Desa Mekarjaya bisa kembali pulih. Apalagi jembatan dengan sistem knock down itu, ukurannya bisa disesuaikan dengan kebutuhan, termasuk bisa dilalui oleh mobil. Nantinya jembatan bailey itu baru dibongkar setelah pembangunan jembatan permanen selesai. Dan, apa yang kami perbuat itu semata-mata untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat," imbuhnya.
agh