E-PAPER
ARSIP
kabar daerah
Senin, 25 juni 2012 00:28 WIB

Jumlah Umat Islam Indonesia Menunjukkan Penurunan

GARUT (GM) - Menteri Agama RI, Suryadharma Ali mengatakan, dari tahun ke tahun jumlah umat Islam di Indonesia terus mengalami penurunan. Padahal di sisi lain, jumlah penduduk Indonesia terus bertambah. Semula, jumlah umat Islam di Indonesia mencapai 95 persen dari seluruh jumlah rakyat Indonesia. Secara perlahan terus berkurang menjadi 92 persen, turun lagi 90 persen, kemudian menjadi 87 persen, dan kini anjlok menjadi 85 persen.

"Penurunan jumlah umat Islam tentu sangat mengherankan dan sangat disesalkan, kenapa bisa terjadi. Padahal, di sisi lain jumlah penduduk Indonesia terus bertambah. Tapi, mengapa jumlah umat Islamnya sendiri malah terus berkurang," kata Surya, saat menghadiri acara "Halaqoh Alim Ulama Partai Persatuan Pembangunan" di aula Hotel Suminar, Tarogong, Minggu (24/6).

Lebih Jauh ia mengatakan, ada banyak faktor penyebab terus berkurangnya populasi Islam di Indonesia akhir-akhir ini, salah satunya kemiskinan. Menurut dia, kemiskinan memang dekat dengan kekufuran, sehingga jika tidak kuat iman, tentu bisa mengubah ketakwaan seseorang.

Ketua DPP Partai berlambang Kabah itu menilai, saat ini umat Islam di Indonesia sudah banyak lengah, lalai, dan tidak peka lagi dengan keadaan di sekitarnya. Hal mengakibatkan umat Islam Indonesia secara umum mengalami kemunduran baik dari segi kualitas, ekonomi, kesejahteraan, pengaruh, kekuasaan, politik, hingga kemunduran serta ketertinggalan di bidang iptek.

"Kemunduran ini tidak pernah disadari, akibat umat Islam sudah terbuai dan merasa sudah serba berkecukupan. Padahal, pada kenyataannya sumber alam kita yang benar-benar melimpah ini lebih banyak dinikmati orang lain. Sedangkan umat Islam sendiri hanya merasakan sebagian kecilnya saja," katanya.

Rapuh

Lebih jauh Suryadharma mengatakan, penurunan populasi umat Islam secara terus menerus juga diakibatkan sikap rapuh umat Islam yang sangat mudah dihasut dan dipecah belah. Rapuhnya rasa persatuan umat Islam di Indonesia ini berakibat munculnya konflik sesama umat Islam itu sendiri.

Di sisi lain, lanjutnya, penurunan populasi umat Islam di Indonesia juga akibat semakin berkurangnya jumlah guru ngaji. Berdasarkan laporan yang diterimanya, saat ini di Kab. Garut saja sudah terjadi kelangkaan guru ngaji karena banyak ustaz yang alih profesi untuk mencari mata pencaharian lain, akibat kurangnya perhatian dari pemerintah.

"Di Kab. Garut memang ada sebagian guru ngaji yang telah mendapatkan honor dari pemerintah yaitu Rp 50 ribu per bulan. Dibanding dengan tingkat kebutuhan, uang sebesar itu tentu sangat tidak seimbang, bahkan dapat dikatakan tidak manusiawi," ujarnya.
(B.121)**