E-PAPER
ARSIP
kabar daerah
Jumat, 10 mei 2013 01:15 WIB

Generasi Muda Terancam

Kasus Peredaran Narkoba di Garut Terus Meningkat

GARUT (GM) - Kondisi peredaran narkoba di Kab. Garut saat ini sangat rawan. Hal ini terlihat dari meningkatnya kasus narkoba yang ditangani Satuan Reseserse (Satserse) Polres Garut.

Demikian diungkapkan Kepala Humas Polres Garut, Ipda Wien Christianingsih, S.H. saat dihubungi "GM", Kamis (9/5). Ia mengkhawatirkan, keadaan itu akan mengancam generasi muda, khususnya kalangan pelajar dan mahasiswa. Terlebih mereka menjadi salah satu target pemasaran narkoba di Kab. Garut.

"Bertolak dari kekhawatiran itu, kami melakukan penyuluhan tentang bahaya narkoba di kalangan pelajar dan mahasiswa. Dengan tujuan membina mereka agar tidak terjerumus ke dalam lingkungan narkoba. Target kami tidak hanya kalangan pelajar dan mahasiswa, melainkan juga anak di bawah umur yang kondisi kejiwaannya masih labil, sehingga rawan terpengaruh bahaya narkoba," papar Wien.

Lebih jauh mantan Kanit PPA Polres Garut itu mengatakan, hingga sejauh ini pihaknya telah melakukan penyuluhan tentang bahaya narkoba di 162 sekolah (SMP, SMA, dan sederajat) serta perguruan tinggi di Kab. Garut. Melalui kegiatan ini, para generasi muda dibekali pengetahuan tentang berbagai jenis narkoba yang ada di Indonesia serta dampak yang ditimbulkannya. Diharapkan, dengan penyuluhan itu, generasi muda khususnya pelajar dan mahasiswa tidak akan coba-coba menyentuh narkoba.

"Hingga sejauh ini pihak sekolah maupun perguruan tinggi sangat merespons upaya ini. Begitu pun dengan pelajar dan mahasiswa, sangat antusias. Mudah-mudahan hal ini menjadi awal yang baik untuk mencegah peredaran narkoba di Kab. Garut, khususnya di kalangan generasi muda," katanya.

Kerja sama

Karena itu, lanjutnya, Polres Garut bekerja sama dengan instansi atau lembaga terkait akan terus melakukan kegiatan serupa secara berkesinambungan. Sebab selain memberikan penyuluhan tentang bahaya narkoba, kegiatan tersebut juga bertujuan untuk membentuk karakter dan jiwa generasi muda yang agamis, beriman, dan bertakwa. Kegiatan juga diisi dengan siraman rohani untuk mempertebal keimanan.

"Tidak hanya penyuluhan bahaya narkoba yang kami sampaikan pada kegiatan ini, melainkan juga Undang-undang Pornografi. Sebab pornografi juga merupakan ancaman bagi generasi muda. Lebih dari itu, kegiatan ini juga dilengkapi siraman rohani untuk mempertebal keimanan," pungkasnya.
(B.121)**