E-PAPER
ARSIP
Sabtu, 01 juni 2013 01:30 WIB

Kode Rahasia dan Operasi Klandestin Badan Intelijen (1)

MESKI sama-sama bagian dari belasan komunitas intelijen Amerika Serikat di bawah Director of National Intelligence (DNI), Central Intelligence Agency atau CIA memiliki posisi yang berbeda dibanding komunitas intelijen lainnya. Salah satunya meski memiliki tujuan serupa, yaitu menjalankan fungsi pengamanan, intelijen, dan penegakan hukum federal, berbeda dengan FBI misalnya, CIA tidak bernaung pada departemen tertentu.

Sebaliknya mereka berada langsung di bawah presiden dengan ruang lingkup kerja internasional. Termasuk melakukan proteksi dalam negeri dari gangguan-gangguan yang mungkin muncul dari luar negeri. Dengan kata lain, seperti dikutip Listverse mereka melakukan gerakan di balik layar untuk memastikan agar kepentingan negara tetap terjaga. Untuk kepentingan kerahasiaan gerakan klandestin ini juga, hanya pejabat tertentu CIA yang bisa tampil dan mengungkap identitasnya di depan publik.

Selama kiprahnya tidak terhitung operasi yang telah dilakukan oleh mereka. Tentunya karena merupakan operasi rahasia maka tidak semua orang mengetahui detailnya dan kebanyakan dilakukan dengan kode-kode tertentu. Apa saja kode yang masuk catatan gerakan bawah tanah CIA dan tujuan di baliknya, berikut di antaranya.

Mongoose

Gagal dalam invasi Teluk Babi Kuba, Presiden Kennedy berupaya membangun kembali kepercayaan publik, termasuk terhadap badan intelijennya. Invasi sendiri dilakukan dan didanai Amerika dengan tujuan menggulingkan pemimpin Kuba Fidel Castro. Namun ternyata upaya ini gagal dan tercatat sebagai salah satu operasi yang tidak berhasil akibat pengambilan keputusan yang buruk. Demikian analisis sejumlah kalangan.

Tidak ingin mengulang kesalahan yang sama, operasi berikutnya dilancarkan. Kali ini operasi "pemulihan kepercayaan ini" dinamai Moongose. Untuk mengorganisasi operasi yang secara resmi dilakukan Departemen Pertahanan ini, Kennedy bahkan sengaja menunjuk saudaranya sebagai bagian dari penanggung jawab, selain badan intelijen, yaitu Robert Kennedy. Tujuannya tetap sama, melengserkan Castro. Belajar dari invasi fisik sebelumnya yang gagal, untuk memuluskan operasi Moongose berbagai rencana dirancang. Mulai dari yang sangat serius dan sistematis hingga yang terdengar "konyol".

Di antaranya muncul saran untuk mengintervensi kegemaran Castro di luar kesibukannya, yaitu diving atau menyelam. Seperti menginfeksi peralatan selam Castro dengan virus tertentu, menanam peledak pada karang di mana Castro sering menghabiskan waktu menyelam, menyisipkan racun pada tinta pulpen hingga menanam bom supermini pada cerutu kegemarannya. Namun di luar spekulasi pilihan metode ini, yang pasti operasi Moongose berakhir dengan kegagalan lainnya.

Castro terbukti memimpin Kuba hingga empat puluh sembilan tahun dan baru mengundurkan diri pada tahun 2008 karena faktor kesehatan. Ia menunjuk adiknya sebagai suksesor.
(mia fahrani/"GM"/net/bersambung)**