E-PAPER
ARSIP
hiburan
Minggu, 11 november 2012 17:03 WIB

"Bidadari Akang"

Kolaborasi Dose Hudaya dengan Debu

yosie wijaya
Dose Hudaya dan grup Debu
Anjeun bidadari akang Anjeun malaikat akang Anjeun ratu akang raja dina kahirupan di dunya …………………………..

Spenggal lirik lagu "Bidadari Akang", karya cipta Dose Hudaya bakal go public lewat Album Kompilasi Pop Sunda "Bentang-Bentang" Jilid III awal 2013 mendatang.

Ada yang unik dalam lagu tersebut. Dose berkolaborasi dengan Mustafa vokalis Debu, grup musik Muslim asal Amerika Serikat yang sama sekali tidak punya image Pop Sunda.

Tidak hanya di sektor vocal, Debu pun memberi sentuhan musikal, dengan memasukkan sound dari instrumen-instrumen khas yang biasa dimainkan oleh mereka.

Menurut Dose, kolaborasi ini berproses dengan cepat. Tanpa rencana dan rekayasa. Berawal dari perkenalan Dose dengan Saleem pada Kamis 1 November lalu di LDR Studio, Bandung.

Saleem diajak oleh Hendri Lamiri, musisi Jakarta yang pada hari itu dijadwalkan mengisi biola sebanyak 8 lagu untuk Album Kompilasi Pop Sunda "Bentang-Bentang" Jilid III.

Saleem pun sempat mencoba mengisi saxophone bambo untuk satu lagu. Kembali ke Jakarta malam itu juga, Saleem membawa sample album-album karya cipta Dose.

Komunikasi pun berlanjut, Debu menyampaikan ketertarikan kepada lagu-lagu karya Dose, dan siap berkolaborasi. Pembicaraan intens via telefon pun berlanjut dan berujung pada kesepakatan untuk berkolaborasi pada lagu "Bidadari Akang" .

"Lagu Bidadari Akang sudah siap, bahkan pernah saya nyanyikan di acara Hariring TVRI Jabar, tinggal masuk vokal Mustafa dan diisi instrumen musik khas Debu" terang Dose. Rekaman vokal Mustafa dan instrumen-instrumen musik Debu dikerjakan dalam satu malam, Rabu 7 November, dan langsung syuting videoklip besok harinya, dari pukul 08.00i hingga pukul 14.00. Harus on time karena Debu padat jadwal. Dan ini juga merupakan pembelajaran, bahwa salah satu ciri profesional adalah tepat waktu.

"Debu sangat profesional dan kooperatif, personality-nya pun enak, santun dalam bergaul. Dari segi musik, bukan hanya saya, arranger yang menggarap musik Bidadari Akang pun merasa puas. Masuknya instrumen-instrumen Debu memperkaya kemasan musik Bidadari Akang", papar Dose di sela kesibukan syuting videoklip bersama Debu, yang berlangsung Kamis 8 November di home base DH Production, Cilengkrang, Bandung.

"Tadinya," tambah Dose,

"Ada keraguan di sisi vokal, jangan-jangan nantinya jomplang antara vokal saya dengan vokal Mustafa. Tapi ternyata tidak, pengucapan dan penjiwaannya bagus. Saya sungguh puas. Masuknya instrumen musik Debu pun bisa harmonis dengan musik etnik Sunda. Harmonisasi musik Bidadari Akang tetap terjaga. Dan, satu hal lagi, kerjasama ini lebih didasari pada ketertarikan Debu pada kekuatan lagu, lirik, dan pamor serta promo DH Production di Jabar dan sekitarnya, bukan didasari pada ketertarikan finansial." jelasnya.

Menurut Saleem, peniup saxophone bambo grup Debu yang bicara mewakili grupnya, lagu "Bidadari Akang" hasil kolaborasi ini mempunyai nilai jual untuk ditawarkan ke pasar luar negeri.

"Ini lagu yang bagus dan unik, musiknya perpaduan etnik Sunda dengan musik Debu yang mengusung World Music. Saya optimis, dengan dukungan promosi yang bagus, lagu ini bisa menembus pasar internasional,". papar Saleem.

Sementara itu, dimintai tanggapannya tentang kolaborasi tersebut, artis Pop Sunda ternama Rika Rafika berucap,

"Kolaborasi Pak Dose Hudaya dengan Debu menurut saya bagus, mantap. Tentunya membawa warna baru di kancah Pop Sunda. Bravo Pop Sunda…..! ".
baz