E-PAPER
ARSIP
kabar jatinangor
Jumat, 23 agustus 2013 00:51 WIB

Kualitas Hotmix Menunggu Pemeriksaan PT HK

SOLOKANJERUK (GM) - Pembangunan jalan hotmix yang sudah selesai pengerjaannya di Jalan Langensari-Cibodas, Kec. Solokanjeruk, Kab. Bandung, masih menunggu pemeriksaan kualitas dari PT Hutama Karya (HK) sebagai pihak ketiga.

Sementara pemeriksaan kuantitas dan volume hotmix di jalan kabupaten itu dilakukan oleh Dinas Bina Marga Kab. Bandung. Hal itu berkaitan dengan pelaksanaan atau kontrol serta pembangunan jalan hotmix.

Demikian terungkap dalam pertemuan antara Kabid Jalan Dinas Bina Marga Kab. Bandung, Zeis Zultaqawa, diwakili Kepala UPTD Bina Marga Wilayah Majalaya, Asep Sudirman dengan Wakil Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Cibodas, Agus Utarya dan Kepala Desa Cibodas, Wahyudin di ruang kerja Kepala Desa Cibodas, Rabu (21/8). "Pemeriksaan jalan hotmix akan dilakukan karena pembangunan jalan sudah selesai," kata Asep.

Asep juga menjelaskan, pembangunan jalan itu dalam realisasinya dimulai dari titik 0-300 meter dengan lebar 4 meter dan dari titik 301-568 meter dengan lebar 3 meter. Pembangunan jalan dengan panjang 868 meter itu dengan ketebalan 4 cm. Semula direncanakan panjang pembangunan jalan hotmix 723 meter dan lebar 4 meter.

Namun persepsi warga sebelumnya, pembangunan jalan hotmix itu dengan panjang 780 meter dan lebar 4 meter tidak sesuai dengan papan proyek. Namun dalam pertemuan itu terungkap ada perubahan dalam pengerjaannya.

Asep mengatakan, pengerjaan jalan dengan lebar 3 meter di titik jalan itu karena disesuaikan dengan kondisi eksisting jalan yang ada dan tidak bisa dipaksakan 4 meter. "Tak bisa dilebarkan 4 meter. Soalnya belum ada pengerasan jalan. Kalau dipaksakan lebarnya 4 meter, saat dilintasi truk bisa rusak karena belum ada pengerasan badan jalan. Termasuk dalam pengerjaannya pun tidak akan bertambah panjangnya," katanya.

Kepala Desa Cibodas, Wahyudin sempat mendengar penyempitan dari 4 meter menjadi 3 meter itu, karena memperhatikan kualitas jalan. "Yang saya dengar, alasannya supaya jalan tidak mudah rusak. Dari rencana lebar 4 meter menjadi 3 meter," katanya.

Sementara Wakil Ketua BPD Cibodas, Agus Utarya setelah mendengar penjelasan dan klarifikasi dari pihak UPTD Dinas Bina Marga Wilayah Majalaya itu tetap ngotot jika pembangunan jalan harus sesuai yang tersosialisasikan dalam papan proyek, yaitu panjang 780 meter dan lebar 4 meter.

Menurutnya, perubahan itu membuat warga terbebani karena urunan untuk pengurukan bahu jalan dari lokasi pengerjaan hotmix. "Masing-masing desa, yakni Cibodas dan Langensari mengadakan urunan pembelian pasir dan batu sebanyak dua truk untuk menguruk bahu jalan," katanya.

Menurut Agus, pengurukan harusnya menjadi beban pemerintah. Termasuk pengerjaan pembangunan jalan itu pun difokuskan pada bagian yang rusak. "Ini ada bagian jalan yang masih bagus ditambah lagi dengan hotmix. Jadi harusnya yang diperbaiki itu, jalan yang benar-benar rusak, sesuai dengan harapan warga," katanya.
(B.105)**