E-PAPER
ARSIP
kabar jatinangor
Selasa, 09 april 2013 00:37 WIB

Longsoran Sawah Tutupi Saluran Irigasi Urug

CICALENGKA (GM) - Lahan palawija dan sawah ratusan meter persegi di Kp. Cisepang RT 02/RW 06 Desa Nagrog, Kec. Cicalengka, Kab. Bandung, Kamis (4/4) sekitar pukul 23.00 WIB longsor menimpa dua saluran irigasi Urug. Minggu dan Senin (7-8/4), saluran irigasi yang tertimpa longsor mulai diperbaiki oleh jajaran Muspika Cicalengka, aparat desa, dan warga setempat dengan cara melakukan kerja bakti memperlancar aliran air tersebut.

Dari dua saluran air yang tertimpa longsor, satu saluran irigasi sudah diperbaiki dengan cara mengalihkan tumpukan tanah dari saluran air tersebut. Sedangkan satu saluran lagi belum bisa ditanggulangi karena terputus dan bagian salurannya hilang akibat longsor, sehingga saluran irigasi yang ada di bagian tengah tanah masih belum bisa berfungsi. Satu saluran irigasi beberapa meter dari titik bagian atas tanah yang longsor selamat. Kendati demikian, saluran irigasi itu terancam putus karena jaraknya hanya beberapa meter dari titik tanah yang longsor pada bagian atasnya.

Saluran irigasi yang tidak terbawa longsor, Minggu, saluran airnya diperlancar untuk mengantisipasi longsor susulan.

Berdasarkan pemantauan "GM", sejumlah warga dan aparat memperbaiki saluran irigasi Urug yang tertimpa longsor di bagian bawah lokasi longsor.

"Saluran irigasi Urug dengan ukuran besar yang ada di bagian paling bawah sudah bisa diperbaiki. Airnya sudah kembali ngalir, tapi belum maksimal karena masih ada urukan tanah yang menutupi saluran air tersebut," kata warga setempat, Uyun diamini Abah Oji kepada "GM" di sekitar lokasi kejadian, kemarin.

Ditangani manual

Menurut Uyun, untuk menyingkirkan tanah longsor dikerjakan bersama-sama dengan cara manual. Lokasi longsor harus ditanami pohon bambu guna mengantisipasi longsor susulan. Namun untuk saluran irigasi yang ada di bagian tengah belum bisa ditanggulangi dan harus dipasang saluran air yang terbuat dari paralon.

Ditambahkan Oji, penyebab longsor di sekitar lahan palawija dan sawah itu karena hujan turun sejak Kamis sore hingga menjelang malam. "Lahannya labil sehingga mudah longsor,"katanya.

Ia mengatakan, kejadian ini merupakan yang ketiga kalinya. Sejumlah warga juga mewaspadai longsor susulan karena lokasi kejadian rawan longsor.

Kaur Umum Desa Nagrog, Sulaeman mengatakan, bencana longsor itu tidak sampai menimbulkan korban jiwa atau luka-luka karena lokasi kejadian jauh dari permukiman penduduk. "Jarak lokasi dengan rumah warga sekitar 50 meter. Yaitu, terletak di bagian atas dari titik lokasi longsor," katanya.
(B.105)**