E-PAPER
ARSIP
resensi
Kamis, 20 september 2012 01:20 WIB

50 Cerita Klasik Nusantara dan Dunia Paling Inspiratif

Mengais Cerita, Mendulang Sejuta Makna

DUNIA edukasi kini berlomba untuk mengangkat kembali aktivitas masa lalu untuk menembak makna harfiah edukasi itu kepada anak didik, yaitu mendongeng. Aktivitas mendongeng diharapkan untuk dapat membantu program formal pendidikan agar anak dapat berpegang dan kembali pada etika dan norma. Kegiatan tersebut ditujukan untuk dapat menembakkan anak panah etika, moral, atau norma kepada pendengarnya tanpa harus merasa digurui atau dipaksa.

Namun, untuk melakukan kegiatan mendongeng diperlukan sarana yang tepat agar pendengar tidak merasa jengah atau jenuh. Salah satu sarana yang diperlukan dalam kegiatan itu adalah sumber bacaan berupa buku cerita, untuk anak-anak tentu buku cerita anak, yang berkualitas. Sayang jika cerita yang disampaikan kurang bermakna tentu kegiatan akan menjadi percuma.

Buku bertajuk 50 Cerita Klasik Nusantara dan Dunia Paling Inspiratif merupakan kompilasi serangkaian karya penulis cerita anak yang terdiri atas cerita tradisional atau klasik dari bumi pertiwi dan mancanegara. Cerita-cerita itu tidak hanya diceritakan kembali secara utuh oleh penyusunnya, tetapi ada sebagian cerita yang mengalami perombakan agar moralitas yang dikandung dalam cerita itu dapat tersampaikan dengan lebih baik.

Simaklah bagaimana kisah Cinderella yang biasa bergantung pada kebaikan sang peri, kini menjadi mandiri. Untuk mewujudkan gaun yang mewah, ia harus menjahit dan memasang beberapa hiasan pada sebuah gaun usang, dibantu beberapa sahabat hewan, agar ia dapat pergi ke pesta dansa. Renungkanlah akibat yang terjadi jika tidak menepati janji dalam cerita Asal-usul Ikan Patin.

Simak pula akibat tidak mengindahkan kehormatan orangtua dalam kisiah Anak yang Durhaka. Kisah-kisah menarik juga dapat pembaca simak dalam sederet beberapa karya maestro dongeng dunia, seperti kisah tentang kue jahe yang nakal dan sombong, kesulitan yang dialami oleh Gulliver di negeri liliput, pengalaman seru gadis bertudung merah dan Three Musketeers, serta yang lainnya. Buku ini dapat dijadikan sebagai sarana pembelajaran alternatif bagi anak-anak dan siapa saja melalui aktivitas membaca dan mengeksplorasi pesan moral dibalik kisah inspiratif itu. Selamat membaca.
(Resti Nurfaidah, peminat buku, staf Balai Bahasa Provinsi Jawa Barat)**