E-PAPER
ARSIP
kabar daerah
Selasa, 21 agustus 2013 00:43 WIB

Miras Oplosan Kembali Renggut Korban Jiwa

SUMEDANG (GM) - Ujang Memet, warga Conggeang, Kab. Sumedang, Selasa (20/8), meregang nyawa akibat keracunan minuman keras (miras). Sebelumnya korban bersama lima rekannya menenggak miras oplosan pada sebuah acara hiburan di wilayah Kec. Conggeang, Kab. Sumedang, Minggu (18/8) malam.
Peristiwa itu dibenarkan Kapolsek Conggeang, AKP Supratno. Ia mengatakan, sebelum meninggal, korban bersama lima temannya, diduga menenggak miras oplosan. Kelima korban kini masih menjalani perawatan di Puskesmas Conggeang dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sumedang.

"Seluruhnya ada enam orang. Tiga orang di antaranya dirawat di Puskesmas Conggeang dan tiga orang dibawa ke RSUD Sumedang. Dari keenam korban tadi siang (kemarin, red) yaitu atas nama Ujang Memet, warga Conggeang, yang dirawat di Puskesmas Conggeang meninggal dunia," kata AKP Supratno, kemarin.

Ia mengatakan, kasus dugaan keracunan miras tersebut masih dalam penyelidikan. Sejauh ini pihak kepolisian belum bisa memintai keterangan dari para korban, karena yang bersangkutan masih menjalani perawatan.

Kapolsek pun menyatakan, pihaknya belum bisa memberikan keterangan secara rinci mengenai jenis miras yang diminum korban maupun lokasi pesta miras. "Informasi yang kami terima masih belum pasti, apakah kejadian pesta miras ini terjadi di wilayah Conggeang atau di tempat lain. Karena kami belum mendapat keterangan langsung dari para korban karena sampai saat ini meraka belum bisa berkomunikasi," ujarnya.

Sumber lain

Sementara berdasarkan sumber lain, korban miras oplosan itu mencapai sebanyak 12 orang. Dikabarkan tiga orang di antaranya meninggal dunia. Dari ketiga korban meninggal dunia itu, disebutkan ada korban yang berjenis kelamin perempuan dan berstatus sebagai tenaga sukwan di kecamatan.

Sumber tersebut mengatakan para korban sebelumnya menggelar pesta miras pada Minggu malam lalu di tempat Pemandian Cigirang, Desa Cilangkap Kec. Buahdua, Kab. Sumedang. Setelah itu mereka pun menderita mual hingga muntah-muntah sehingga harus mendapatkan perawatan medis.

Namun kasus pesta miras yang terjadi di wilayah Kec. Buahdua itu dibantah oleh Camat Buahdua, Beni Tri Adi, S.Sos. "Memang pada hari kemarin (Senin, 18/8, red) di Kec. Buahdua ada yang meninggal dan diisukan akibat mengenggak miras. Tetapi dari keterangan orang tua yang keracunan itu membantah jika anaknya meninggal karena overdosis (OD) atau menenggak miras.

"Soalnya sejak tanggal 14 Agustus, yang bersangkutan sudah sakit asma. Jadi, mereka menyebutkan itu meninggal akibat sakit yang dideritanya itu," katanya.
(B.108)**