E-PAPER
ARSIP
kabar bandung
Senin, 03 juni 2013 00:40 WIB

Akibat Macet dan Infrastruktur Jelek

Pariwisata Bandung Menuju Titik Jenuh

PERHATIAN pemerintah terhadap perkembangan sektor pariwisata di Jawa Barat dinilai sangat minim. Hal itu dapat dilihat dari infrastruktur dan fasilitas pendukung perkotaan yang masih buruk. Jika kondisi ini dibiarkan akan membuat sektor pariwisata mengalami kejenuhan.

"Kita khawatir kurangnya perhatian pemerintah akan membuat sektor pariwisata di Bandung khususnya dan Jabar umumnya menjadi jenuh," jelas Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Barat, Herman Muchtar, Minggu (2/6).

Bahkan saat ini perkembangan sektor pariwisata cenderung stagnan. Hal tersebut dikarenakan tidak ada perbaikan dari sisi infrastruktur jalan yang menghubungkan potensi wisata yang satu dengan yang lainnya.

"Lihat saja infrastruktur jalan rusak di sana-sini. Dan itu sulit diperbaiki karena anggarannya sangat terbatas. Saat ini pemerintah hanya menambal jalan berlubang. Padahal yang kita butuhkan untuk mendorong sektor pariwisata adalah perbaikan infrastruktur secara maksimal," jelasnya.

Menurutnya, inrastruktur jalan salah satu kunci utama dalam menunjang perkembangan sektor pariwisata. Hal itu akan memudahkan para wisatawan untuk mengunjungi potensi wisata yang satu dengan potensi wisata yang lainnya.

Potensi wisata di Kota Bandung pun terancam jenuh karena kemacetan. Pembenahan infrastruktur di Kota Bandung sangat penting. Pasalnya, Bandung merupakan salah satu kota tujuan para wisatawan, baik wisatawan asing maupun domestik.

"Para wisawatan pun akan malas untuk datang ke Kota Bandung. Ini tidak bisa dibiarkan, pemerintah harus membenahi semua itu," katanya.
(agus/"GM")**