E-PAPER
ARSIP
kabar soreang
Sabtu, 20 juli 2013 02:00 WIB

Tak Terima Temannya Dibunuh

Pelajar SMAN I Ontrog SMKN 2

BALEENDAH (GM) - Belasan siswa Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Baleendah mendatangi SMK 2 Baleendah, Kab. Bandung, Jumat (19/7). Mereka tidak terima dengan kasus pembunuhan yang dilakukan tiga tersangka yang merupakan siswa SMKN 2 Baleendah berinisial AFB (16), APP (16), TR (16) kepada korban bernama Ardi (16), warga Kp. Bojongkoneng, Desa Bojongmanggu, Kec. Pameungpeuk, Kab Bandung.

Beruntung para siswa SMK 2 Baleendah tengah diliburkan oleh pihak sekolah, sehingga tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. Suasana sekolah terpantau aman, hanya beberapa anggota kepolisian yang berjaga-jaga ditemani karyawan sekolah.

Kapolsek Baleendah, AKP Susianti Rahcmi yang dikonfirmasi membenarkan, sebelumnya ada belasan siswa SMAN 1 Dayeuhkolot yang berada di kawasan lingkungan SMKN 2 Baleendah. "Memang, tadi ada sekitar 13 siswa dari SMAN 1 Dayeuhkolot berada di lingkungan SMKN 2 Baleendah. Mereka mengaku hanya nongkrong-nongkrong, bukan untuk melakukan penyerangan terkait pembunuhan," papar kapolsek kepada wartawan.

Dikatakannya, pihaknya membawa belasan siswa tersebut ke Polsek Baleendah untuk memberikan pengarahan agar tidak melakukan hal-hal yang tidak diinginkan. Selain itu, saat ini kegiatan belajar di SMKN 2 Baleendah sedang diliburkan sementara, karena para guru tengah rapat untuk membahas penerapan kurikulum 2013.

"Sementara ini, setahu saya SMKN 2 Baleendah diliburkan karena ada pembahasan terkait kurikulum 2013. Jadi, diliburkan bukan karena ada penyerangan dari SMAN 1 Dayeuhkolot," tambahnya.

Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) Kesiswaan SMKN 2 Baleendah, Tisna Saepudin membenarkan, SMKN 2 Baleendah disambangi sejumlah siswa SMAN 1 Dayeuhkolot. Namun, mereka hanya nongkrong-nongkrong di depan sekolah.

Disinggung terkait pihak sekolah yang meliburkan siswa selama tiga hari terhitung Jumat, Sabtu, dan Senin, Tisna membenarkannya. Menurutnya, siswa diliburkan selama tiga hari bukan karena ada hubungan dengan kasus pembunuhan.

Saat ditanya apakah AFB, APP, TR merupakan siswa SMKN 2 Baleendah, Tisna membenarkannya. Sedangkan untuk masalah sanksi hukum, pihaknya menyerahkan kepada pihak kepolisian dan aparat penegak hukum lainnya.

"Benar bahwa pelaku itu siswa di sini. AFB saat ini menempati kelas XI jurusan jasa boga. Anaknya baik dan selalu kooperatif di sekolah. Kalau yang tersangka satu lagi berinisial B bukan siswa di sini," ujarnya.

Lakukan pembinaan

Pembinaan yang dilakukan sekolah kepada siswa, kata Tisna, sudah dilakukan secara maksimal. Kasus pembunuhan tersebut di luar dugaan pihak sekolah. "Kita selalu berikan pembinaan secara maksimal, dan mengupayakan agar siswa memiliki akhlak yang baik," jelasnya.

Diberitakan, Polres Bandung berhasil membekuk 4 tersangka pembunuhan masing-masing ARB, APP, TR, dan B (16) yang masih duduk di bangku sekolah. Oleh para tersangka, mayat korban dimasukkan ke tong dan dibuang ke sungai Cisangkuy.
(B.81)**