E-PAPER
ARSIP
ekonomi syariah
Kamis, 30 mei 2013 01:08 WIB

Pelaku UKM Hijabers Perlu Perhatian

PERHATIAN pemerintah terhadap pengembangan usaha para pelaku UKM (usaha kecil menengah) hijabers sangat minim. Pasalnya, UKM hijabers di Kota Bandung memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan.

Kreator hijabers, Sheena Krisnawati mengatakan, perhatian pemerintah dalam mengembangkan potensi yang dimiliki para pelaku UKM hijabers (fashion) sangat minim. Selama ini para pelaku UKM hijabers tumbuh berkembang dengan sendirinya. Padahal peran serta pemerintah untuk mengembangkan sektor tersebut sangatlah penting dalam mengembangkan perekonomian masyarakat.

"Potensi yang ada di UKM hijabers sangat besar, dan itu perlu mendapat dorongan dari pemerintah," jelas Sheena kepada wartawan, Senin (27/5) lalu.

Seperti halnya UKM hijabers yang ada di Kota Bandung, lanjutnya, kaya akan inovasi dan kreativitas. Bahkan UKM hijabers Kota Bandung saat ini menjadi barometer inovasi model dan tren bagi UKM hijabers lainnya di tanah air.

"Tentunya itu menjadi salah satu potensi yang bisa dikembangkan oleh pemerintah," katanya.

Dikatakannya, pemerintah seharusnya bisa mendorong para pelaku UKM hijabers dengan berbagai cara. Salah satunya dengan cara sinergi dengan komunitas yang ada di UKM hijabers, serta melakukan even promosi pemasaran produk UKM hijabers.

"Selama ini para pelaku UKM kesulitan untuk mendapatkan akses promosi dan pemasaran. Padahal banyak UKM hijabers yang mengharapkan ada suatu even promosi dan pemasaran yang melibatkan pemerintah," katanya.

Dikatakannya, produk UKM hijabers Kota Bandung sudah mendapat sorotan dari para pelaku bisnis di luar negeri, seperti Malaysia dan Singapura. Pelaku usaha di sana banyak melakukan pemesanan terhadap produk UKM hijabers di Kota Bandung.

"Sebetulnya sudah banyak UKM hijabers yang sudah mendapatkan pemesanan produk dari pengusaha luar. Artinya itu merupakan suatu peluang bagi UKM hijabers untuk mendapatkan pasar di luar negeri," katanya.

Hijabfest 2013

Untuk memperkuat brand UKM hijabers Kota Bandung, jelasnya, saat ini pihaknya akan menggelar acara Hijabfest 2013 di Sasanan Budaya Ganesha pada tanggal 30 Mei 2013 hingga 2 Juni 2013. Dimana even pameran tersebut akan menampilkan produk dari UKM hijabers di Kota Bandung dengan melibatkan sekitar 102 stand hijabers.

"Kita akan melibatkan peserta hijabers dari Malaysia, yaitu Zawara," katanya.

Sementara itu, Deni drimawan Ketua Asosiasi Konfensi dan Kongres Indonesia mengatakan, even Hijabfest 2013 merupakan salah satu bentuk penguatan brand para pelaku UKM hijabers di Kota Bandung. Even tersebut akan memiliki daya tarik yang cukup besar dari masyarakat Jabar dan lainnya.

"Tahun lalu even Hijabfest sangat membludak ada sekitar 6000 pengunjung perharinya. Untuk even sekarang sama kita targetkan jumlah pengunjung bisa mencapai di atas 6000 orang perhari dengan raihan total transaksi sekitar Rp 3,6 miliar," katanya.
(agus hermawan/"GM")**