E-PAPER
ARSIP
kabar soreang
Senin, 18 maret 2013 00:37 WIB

Pemkab Butuh BUMD Pariwisata

SOREANG (GM) - Pengelolaan pariwisata di Kabupaten Bandung tidak maksimal karena belum memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan asli daerah (PAD). Menurut Asisten Perekenomian dan Kesejahteraan Masyarakat Kabupaten Bandung, Yayan Subarna, hal itu dikarenakan Pemkab Bandung belum memiliki Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) pariwisata.

"Kita ingin menggenjot PAD dari sektor pariwisata, tapi itu tidak bisa dilakukan karena belum memiliki BUMD. Selama ini, kebanyakan objek wisata di Kabupaten Bandung di bawah pengelolaan instansi lain seperti Perhutani," ujar Yayan di Soreang, akhir pekan lalu.

Dikatakannya, untuk mendirikan BUMD yang khusus mengelola pariwisata, pemkab harus menjalin sinergi dengan pengelola objek wisata. Selain itu, katanya, perlu ada kepedulian masyarakat pariwisata, warga, dan dinas terkait untuk pengembangan pariwisata Kabupaten Bandung agar bisa menjual.

"Potensi wisata di Bandung selatan sangat besar. Tetapi pengelolaannya oleh instansi lain. Jika pemerintah dan masyarakat ikut andil dalam pengelolaannya, pasti akan menjadi pemasukan yang cukup signifikan bagi PAD," ujar Yayan.

Kalaupun ada objek wisata milik Pemkab Bandung seperti Curug Cinulang, kata Yayan, pengelolaannya belum maksimal dan asal-asalan sehingga kurang menarik minat pengunjung. "Kalau dikelola dengan baik, bisa mendatangkan wisatawan lebih banyak," katanya.

Karena itu, katanya, pembentukan BUMD pariwisata merupakan langkah strategis dan realistis. Sebab, katanya, dengan adanya BUMD, pengelolaan pariwisata bisa lebih sistematis dan terencana.

Masih dipikirkan

Sementara itu, Bupati Bandung Dadang M. Naser mengaku masih memikirkan pembentukan BUMD pariwisata itu. Dadang mengakui, BUMD pariwisata sangat diperlukan untuk menggenjot PAD.

"Yang kita pikirkan adalah penyediaan sumber daya manusianya. Kita tidak mau pembentukan BUMD pariwisata ini dikelola asal-asalan dan tidak profesional," ujarnya.

Untuk kepentingan itu, Dadang berjanji akan terus bekerja sama dan berkomunikasi dengan instansi yang mengelola kepariwisataan di Kabupaten Bandung. Yang dikomunikasikan dan dikerjasamakan bukan hanya PAD-nya saja, tetapi juga penyediaan SDM pariwisata ke depan.

"Untuk pengelolaan silakan dikelola oleh instansi tersebut. Tapi kita patut bertanya bagaimana pengelolaan dan penyiapan SDM-nya," tandasnya.
(B.81)**