E-PAPER
ARSIP
kabar bandung
Senin, 05 november 2012 00:33 WIB

Pemkot Lambat Terapkan Ijazah Diniah

SOEKARNO-HATTA (GM) - Meski tergolong terlambat, lulusan SD di Kota Bandung, mulai Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2013 diwajibkan memiliki ijazah diniah yang dikeluarkan Kantor Kementerian Agama Kota Bandung.

Demikian disampaikan Kepala Seksi Pendidikan Agama pada Pondok Pesantren (Pekapontren) Kantor Kementerian Agama Kota Bandung, Drs. H. Mualip, M.Pd.I. saat ditemui "GM" di ruang kerjanya, Jln. Soekarno-Hatta Bandung, belum lama ini.

Menurut Mualip, setiap lulusan SD yang akan melanjutkan ke bangku SMP wajib memiliki ijazah diniah. "Kita masih menunggu ketok palu dari DPRD Kota Bandung, mengingat rancangan tersebut telah digulirkan sejak 2005 lalu. Tapi sekarang ada lampu hijau, tinggal ketok palu dan mendapat dukungan penuh dari Walikota Bandung," katanya.

Sedangkan di lingkungan Kementerian Agaam Kota Bandung kini telah ada 3.768 rombongan belajar dengan jumlah siswa sebanyak 107.990 dan 10.606 orang guru. Jumlah sebanyak itu meliputi diniah awaliah, wustha, dan ula di 30 kecamatan se-Kota Bandung. Madrasah diniah nantinya harus menyelenggarakan ujian dan ijazahnya dapat dipergunakan untuk melanjutkan ke jenjang SMP.

"Lulusan MI dan MTs tak perlu ijazah diniah mengingat materi pelajaran agamanya sudah banyak dan di dalamnya juga terangkum pelajaran agama," katanya. Meski masih wacana, namun sejumlah SMP negeri telah memulainya sejak tahun 2012 pada penerimaan siswa baru.

"Lulusan SD yang belum mengantongi ijazah bisa melanjutkan sekolahnya asalkan di sekolah harus masuk ke madrasah diniah terlebih dulu," pungkasnya.
(B.46)**