E-PAPER
ARSIP
kabar utama
Senin, 20 mei 2013 00:23 WIB

Perampok Gasak Gudang Kedelai

CICALENGKA (GM) - Kawanan perampok bersenjatakan pistol dan laras panjang yang diperkirakan berjumlah 7 - 8 orang, merampok ruko merangkap gudang distributor kacang kedelai milik H. Dandan Hermawan alias Darpini, di Jalan Raya Cicalengka Timur, Kp. Kaca-kaca RT 01/RW 04 Desa Cicalengka Wetan, Kec. Cicalengka, Kab. Bandung, Sabtu (18/5) pukul 22.54 WIB.

Para pelaku membawa kabur uang tunai sebesar Rp 700 juta, 4 unit handphone, 1 unit laptop, dan 1 unit iPhone. Sebelum membawa kabur uang ratusan juta dan barang-barang berharga, para pelaku melumpuhkan korban dengan menyekap dan mengikat kedua tangan serta kakinya di gudang tersebut. Para korban yang disekap yakni pemilik ruko, Dandan dan tiga pekerjanya, Gatot, Enay, dan Kokom. Saat kejadian, mereka sedang berada di dalam ruko. Di antara korban juga ada yang dipukul pelaku dengan pistol bagian kepala.

Peristiwa tersebut kini ditangani Polres Bandung dan Polsek Cicalengka dengan memburu para pelaku yang belum diketahui identitasnya. Untuk kepentingan penyelidikan dan olah tempat kejadian, lokasi kejadian dipasangi garis polisi. Namun pada Minggu (19/5) sekitar pukul 10.00 WIB, garis polisi itu dicabut. Hingga kemarin, sejumlah petugas masih siaga dan memantau lokasi untuk melakukan olah TKP.

Kapolres Bandung, AKBP Kemas Ahmad Yamin didampingi Kapolsek Cicalengka, Kompol H. Kusnadi dan Kanit Reskrim Polsek Cicalengka, AKP Iwan Kusmawan mengatakan, dari hasil penyelidikan di lapangan, para pelaku diperkirakan berjumlah 7-8 orang dan dua di antaranya membawa pistol serta senjata laras panjang. Mereka beraksi dengan menggunakan satu unit mobil Avanza yang diduga berleter Z warna silver.

"Namun apakah dua pucuk senjata tersebut mainan atau senjata beneran, belum dapat dipastikan. Tetapi berdasarkan keterangan para saksi dan korban, senjata api itu asli," kata Ahmad.

Menyeret korban

Terkait aksi curas tersebut, pihak kepolisian sudah meminta keterangan empat orang saksi yang menjadi korban. Mereka adalah Dandan (pemilik ruko/gudang) dan tiga pekerja gudang, Gatot, Enay, dan Kokom.

Menurut keterangan para saksi, perampokan terjadi saat Gatot dan Enay sedang berada di depan ruko. "Tiba-tiba para pelaku yang mengendarai mobil Avanza dari arah Garut, turun dari dalam mobil dan langsung menyeret keduanya ke dalam gudang," katanya.

Sebelumnya, pelaku berpura-pura menanyakan arah ke Ciamis. Tapi kemudian para perampok itu menyeret korban. "Mereka lalu mengikat kaki dan tangan korban serta melakban mulut para korban," katanya.

Selanjutnya para penjahat itu menggasak uang ratusan juta rupiah serta barang-barang berharga di dalam kantor. Usai menguras harta benda, komplotan itu membebaskan korban yang sebelumnya diikat.

Dua pekerja gudang kacang kedelai, Okta (25) dan Ocid (27) kepada "GM" di lokasi mengatakan, saat kejadian, gudang sebenarnya sudah tutup dan hanya sekitar 30-40 cm bagian pintu gudang yang terbuka.
(B.105)**