E-PAPER
ARSIP
kabar daerah
Rabu, 15 mei 2013 00:39 WIB

Polres Subang Gencar Gelar Razia Kendaraan

SUBANG (GM) - Satlantas Polres Subang menggelar razia kendaraan di sejumlah titik jalan di Kab. Subang, seperti ruas Jalan Raya Subang-Bandung, jalur tengah, dan pantura, Selasa (14/5). Langkah itu pun dilakukan untuk mempersempit ruang gerak teroris yang diduga masih berkeliaran di Jawa Barat.

Dalam razia tersebut petugas menghentikan semua kendaraan dan memeriksa surat-surat kendaraan dan barang bawaan pengendara. Operasi dilakukan untuk mengantisipasi dan melokalisasi pergerakan teroris yang marak beberapa hari terakhir ini.

"Subang pernah menjadi persinggahan teroris. Untuk mengantisipasi dan mempersempit ruang geraknya, salah satunya kami melakukan razia kendaraan yang dicurigai membawa bahan peledak," kata KBO Satlantas Polres Subang, Iptu Donny A. Harvida, kemarin.

Dikatakan, tidak hanya memeriksa sejumlah kendaraan yang dicurigai membawa bahan berbahaya, para penumpang kendaraan umum, seperti bus antarkota dan pengguna kendaraan Luar kota juga tak luput dari pemeriksaan polisi.

Bunyi ledakan

Sementara itu, Senin (13/5) pukul 23.00 WIB, warga di sekitar rumah kontrakan milik Aiptu Emik Sartono, di Dusun Mekarjati, Desa/Kec. Pusakajaya, Subang, dikejutkan suara ledakan. Ledakan yang berasal dari atap rumah itu juga mengeluarkan percikan api seperti kembang api.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh "GM", Selasa (14/5), akibat ledakan itu asbes rumah kontrakan yang terkena ledakan rusak dan bolong. "Saya kaget mendengar suara ledakan di atap," kata Iko, salah seorang penghuni kontrakan.

Saksi lain menyebutkan, sebelum jatuh dan meledak, benda itu terlihat meluncur dari arah utara ke selatan dengan mengeluarkan cahaya merah seperti api. Bahkan ada warga yang menduga benda itu meteor hingga mengikutinya ke arah jatuhnya benda asing tersebut.

Setelah Plh. Kapolsek Pusakanagara Kompol Sumanawadi, Kasat Intelkam Polres Subang AKP Asep Dedi Sudrajat, Kasubag Humas AKP Joni Wardi serta sejumlah anggota mendatangi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), ditemukan pipa aluminium berdiameter 2 cm dengan panjang 15 cm yang pecah terbelah dua.

"Dari dua bagian pipa itu, salah satunya terdapat parasut yang berukuran 20 x 20 cm bertalikan rantai kalung sepanjang 30 cm," kata Kasat Intelkam sambil menyebutkan, barang tersebut telah diamankan di mapolres.

Ia menjelaskan, beruntung ada anggota Brimob dari Jihandak yang baru pindah ke polres, sehingga benda yang menggegerkan warga di tengah malam itu diketahui hanya peluru lontar emergensi yang biasa dipakai nahkoda kapal sebagai sinyal. "Lokasi jatuhnya benda itu sekitar 8 km ke Pantai Patimban, namun sewaktu kita cari dan ditanyakan pada nelayan, tidak ada kapal besar di sana yang minta pertolongan," jelasnya.
(B.76)**