E-PAPER
ARSIP
kabar utama
Senin, 02 september 2013 00:34 WIB

Briptu J Diperiksa Propam

PSK Saritem Masih Aktif

m. fadlillah/gm
GERBANG menuju lokalisasi Saritem, Jln. Gardu Jati Bandung, Minggu (1/9) malam.
BLKG FACTORY (GM) - Keributan yang berujung pada penembakan di kawasan Saritem, Kec. Andir, Kota Bandung, Sabtu (31/8) pukul 05.30 WIB, mengindikasikan masih adanya aktivitas prostitusi (rumah bordil) di kawasan tersebut. Hal ini sangat disayangkan, mengingat lokalisasi para pekerja seks komersial (PSK) itu sudah ditutup Pemkot Bandung sejak 2007.
Dari pengamatan di lapangan tadi malam, situasi di seputar lokasi Jln. Saritem, terpantau masih banyak calo (mucikari) yang menawarkan jasa kepada setiap tamu yang melintas di sejumlah gang kecil.

Aktivitas di kawasan Saritem yang diklaim sudah bebas prostitusi, kenyataannya masih berjalan seperti biasa. Hanya saja sifatnya terselubung dan aktivitas sendiri dimulai pada malam hari. "Aa kadieu, bade mojok moal?" ujar seorang calo menawarkan jasa pada "GM".

"Iya, secara sembunyi-sembunyi prostitusi di kawasan Saritem ternyata masih berjalan. Saya harap wali kota terpilih bisa melanjutkan pembebasan lahan Saritem untuk dialihfungsikan sebagai pusat kegiatan keagamaan dan pameran potensi ekonomi kreatif," ujar Wakil Wali Kota Bandung, Ayi Vivananda saat dimintai komentarnya terkait keributan yang berujung pada penembakan di kawasan Saritem.

Menurut Ayi, program pembelian rumah yang dilakukan Pemkot Bandung selama ini tetap berjalan. Hanya saja, belum semua rumah yang dijadikan tempat prostitusi terbeli semua. Hal tersebut dikarenakan terbatasnya anggaran yang dimiliki Pemkot Bandung.

"Program (pembelian rumah, red) masih berjalan, tetapi belum semua rumah dibeli karena terbatasnya anggaran. Mudah-mudahan oleh wali kota yang akan datang bisa dianggarkan kembali pembelian rumah sisanya," tandas Ayi.

Dengan kejadian ini, pemkot segera menginstruksikan instansi terkait untuk melakukan pengawasan di kawasan Saritem. Juga meminta Satpol PP menindak tegas tempat prostitusi yang ada. "Saya perintahkan Satpol PP terus melakukan pengawasan dan bertindak tegas menutup tempat prostitusi yang masih berjalan," terang Ayi.

Hal serupa diungkapkan Ketua Komisi D DPRD Kota Bandung, Ahmad Nugraha. Menurutnya, insiden tersebut menunjukkan masih adanya kegiatan prostitusi di kawasan tersebut.

"Berdasarkan informasi, kegiatan di Saritem (prostitusi, red) masih ada. Kalau ada pertikaian berarti menunjukkan masih ada indikasi transaksi komersial seks. Pemkot Bandung berkomitmen membebaskan kota agamis dari prostitusi," ujar Ahmad, kemarin.

Pemkot, kata Ahmad, berkomitmen membebaskan Bandung sebagai Kota Agamis dari prostitusi dan menutup Saritem sejak lama. "Tapi kenyataannya kok masih ada dan penembakan ini juga harus ditelusuri kenapa bisa terjadi. Siapa tahu penembakan dipicu adanya jual beli minuman keras," katanya.

Ahmad melihat, ketegasan pemkot hanya sampai menutup kawasan prostitusi Saritem saja. Sementara pengendalian prostitusi kos-kosan dan pinggir jalan atau lokasi lainnya tidak dilakukan. Karena itu, harus dikembalikan pada bagian operasional di lapangan yang melakukan pengawasan dan pengamanannya.

Masih diperiksa

Sementara itu, petugas Propam Polrestabes Bandung hingga kini masih melakukan pemeriksaan terhadap anggota Quick Response Sat Sabhara Polrestabes Bandung, Brigadir Satu (Briptu) J. Hal itu terkait penembakan yang dilakukan Briptu J terhadap Arif Tampubolon di lokalisasi Saritem, Kecamatan Andir, Kota Bandung pada Sabtu (31/8) sekitar pukul 05.30 WIB.

"Sekarang (Briptu J) masih dalam proses pemeriksaan Propam Polrestabes Bandung," ungkap Kasubag Humas Polrestabes Bandung, Kompol Rosdiana saat dihubungi wartawan, Minggu (1/9).

Menurut Rosdiana, hingga saat ini pihaknya belum bisa memastikan apakah Briptu J melanggar disiplin atau tidak. "Nanti kita lihat dulu apakah kemarin sedang dalam tugas atau tidak. Atau bagaimana. Hal itu masih diselidiki oleh Propam," terangnya.

Rosdiana juga mengungkapkan, pada Sabtu lalu pihak keluarga dari korban sudah meminta agar dalam proses penyelesaian kasus ini dilakukan secara kekeluargaan atau dengan cara musyawarah. "Untuk musyawarah itu nanti kita pertimbangkan. Yang pasti sekarang Briptu J masih diperiksa di Propam," pungkasnya.

Diberitakan "GM" sebelumnya, anggota Unit Quick Response Polrestabes Bandung Briptu J menembak Arif Tampubolon di lokalisasi prostitusi Saritem, Gang Ipong RW 07, Kel. Kebon Jeruk, Kec. Andir, Kota Bandung, Sabtu (31/8). Akibat penembakan itu, Arif yang tercatat sebagai warga Samosir, Sumatra Utara itu mengalami luka tembak di betis kiri dan dirawat di Rumah Sakit Hasan Sadikin.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 05.30 WIB. Kejadian bermula dari keributan dan perkelahian di sekitar lokasi yang melibatkan pengunjung Saritem, salah satunya Arif.

Kapolsekta Andir, Kompol Janter Nainggolan membenarkan peristiwa yang terjadi di wilayahnya itu. Dikatakan Janter, sebagaimana laporan yang diterima, kejadian berlangsung sekitar pukul 05.30 WIB.

"Jadi ada lima orang dari dua kubu dan mereka itu pendatang. Mereka terlihat sedang ribut-ribut, cekcok. Nah, kebetulan ada anggota polisi di sekitar dan langsung mencoba melerai," ujar Janter di Mapolsekta Andir.

Saat melerai, lanjut Janter, anggota Sabhara Polrestabes Bandung itu justru malah dikeroyok. Akhirnya, ia mengeluarkan pistolnya dan memuntahkan timah panas ke udara sebagai tembakan peringatan untuk meredam keributan.

"Namun keributan masih saja terjadi. Karena mendapat serangan, akhirnya anggota itu menembakkan pistol dan mengenai betis salah seorang pendatang," papar Janter.

Disinggung soal keberadaan petugas tersebut di lokasi kejadian, Janter enggan berkomentar banyak. Demikian juga saat ditanya apakah anggota tersebut tengah bertugas atau tidak, Janter hanya memberikan senyuman.

Mengenai ceceran darah di depan Mapolsekta Andir, Janter menuturkan, darah itu berasal dari anggota polisi. "Itu darah anggota. Dia (anggota, red) juga terluka karena sempat dikeroyok," tambahnya.

Korban yang tertembak, ujar Janter, dilarikan ke RS Kebonjati Bandung. Ia tertembak di bagian betis sebelah kiri. Namun karena ada pendarahan dan harus menjalani pembedahan, ia dirujuk ke RSHS Bandung. Sedangkan anggota polisi yang menembak, saat ini tengah dimintai keterangan oleh Propam Polrestabes Bandung. "Kalau soal penanganan anggota, silakan ditanya ke polrestabes saja," ujarnya.

Janter menuturkan, pihaknya hanya menangani tindak pidana yang terjadi. Sebagaimana proses penyelidikan tindak pidana, pihaknya sudah melakukan tahapan-tahapan sesuai prosedur. "Secara normatif sudah kami lakukan olah TKP dan pemeriksaan saksi-saksi. Sudah tujuh saksi yang kami periksa," ujarnya.

Dari lokasi kejadian, pihaknya mendapatkan barang bukti berupa dua selongsong peluru yang berasal dari pistol pelaku, baju korban, celana korban yang dipotong, serta ponsel milik korban dan pelaku.

"Tadi kami sudah olah TKP bersama Inafis Polrestabes Bandung. Itu barang bukti yang kami dapat dari lokasi," paparnya.
(B.95/B.110/B.120)**