E-PAPER
ARSIP
kabar utama
Sabtu, 14 september 2013 00:36 WIB

Ridwan Kamil Terima 4.000 Keluhan

m. fadlillah/gm
WALI Kota Bandung terpilih, Ridwan Kamil mengendarai sepeda usai bersilaturahmi dengan jajaran Polrestabes Bandung di Mapolrestabes, Jln. Jawa Kota Bandung, Jumat (13/9). Usai acara, Ridwan sempat mendengarkan keluhan warga yang mengungkapkan berbagai permasalahan.
JALAN JAWA (GM) - Tiga hari menjelang pelantikan, Wali Kota Bandung terpilih Ridwan Kamil mengaku telah menerima aspirasi dan keluhan dari sekitar 4.000 warga. Hal itu terungkap saat ia menyambangi Mapolrestabes di Jalan Jawa, Bandung, Jumat (13/9).

"Meski belum dilantik tapi sudah ada ribuan keluhan menyangkut permasalahan Kota Bandung, dari berbagai lapisan masyarakat. Ini artinya, selama ini warga bingung mau disampaikan ke mana (keluhan-keluhan tersebut, red)? Kebetulan saya gampang ditemui di sosial media, jadi gampang," ujarnya.

Menanggapi berbagai keluhan tersebut, dosen Jurusan Teknik Arsitektur Institut Teknologi Bandung (ITB) ini meminta masyarakat untuk bersabar. Sebab dirinya dan Oded M. Daniel baru akan dilantik menjadi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung periode 2013-2018 pada hari Senin (16/9) lusa.

"Dari ribuan keluhan tersebut, 90 persen di antaranya komplain masalah jalan rusak, PKL, sampah, dan angkutan umum," katanya.

Menurut Ridwan, masalah Kota Bandung harus ditangani bersama, bukan tanggung jawab pemerintah saja. Masyarakat pun harus terlibat aktif dalam pembangunan.

"Akibat kesemrawutan ini, 600 ribu warga Kota Bandung stres. Tentu solusinya pembenahan segala lini bersama-sama," jelasnya.

Ridwan mengatakan, warga dan pemerintah juga harus membantu 500 ribu warga miskin dan 4.000 anak jalanan. Pasalnya, mereka yang di jalanan juga terlilit kemiskinan dan ujung-ujungnya membuat orang semakin stres.

"Nah saya menjadi pemimpin tidak boleh stres. Saya harus sabar menghadapi keluhan masyarakat Kota Bandung," tandasnya.

Kunjungan Ridwan Kamil ke Mapolrestabes Bandung di Jln. Jawa ini sempat mencuri perhatian sejumlah anggota polisi dan wartawan. Saat itu RK --sapaan akrab Ridwan Kamil-- datang dengan mengendarai sepeda ditemani sejumlah rekannya. Selain RK, turut datang juga Wakil Wali Kota Bandung terpilih, Oded M. Danial.

Begitu tiba di mapolrestabes, RK dan Oded disambut hangat sejumlah pejabat utama Polrestabes Bandung. Ketulan baru saja digelar acara serah terima jabatan (sertijab) sejumlah kapolsekta. RK pun langsung masuk melewati aula dan menuju ruangan Kapolrestabes Bandung.

Setelah pertemuan, RK menyampaikan kepada wartawan, pertemuan dilakukan terkait koordinasi pelantikan yang akan diselenggarakan Senin (16/9) mendatang. Ia dan Oded ingin mengetahui sejauh mana kesiapan Polrestabes Bandung dalam mengamankan jalannya pelantikan.

"Hari ini (kemarin, red) koordinasi persiapan pelantikan," ujarnya, kemarin.

Tanyakan kesiapan

Ditambahkan RK, dirinya merasa perlu menanyakan kesiapan pengamanan karena dalam pelantikan nanti banyak tamu nasional yang akan datang. Ia berharap persiapan pengamanan sudah matang, jangan sampai nanti ada miskoordinasi.

Ditanya soal hadir tidaknya Dada Rosada pada pelantikan, RK mengaku belum mendapat kepastian. Setahu dirinya, izin dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih belum keluar.

"Saya sih ingin Pak Dada hadir, supaya serah terima lengkap. Tapi waktu saya nengok, katanya belum ada izin (dari KPK, red). Hari Kamis (12/9) juga belum ada kabar," tuturnya.

Disinggung mengenai persiapan menjelang pelantikan, RK mengaku tidak melakukan hal khusus. Namun dua hari jelang momen bersejarah itu, RK mengaku sedikit gugup. "Kalau persiapan khusus tidak ada. Cuma nervous saja sedikit," katanya.

Dalam kesempatan itu, RK juga meminta doa restu kepada seluruh masyarakat Kota Bandung. Ia meminta bantuan dari masyarakat dan memberikan kepercayaan serta kesempatan kepadanya bersama Oded, untuk memimpin dan membenahi Kota Bandung.

"Dulu saya hanya warga biasa dan merasakan pahitnya masalah yang dialami Kota Bandung. Sekarang diberi amanat memimpin, karenanya saya mohon kepada masyarakat untuk memberikan kesempatan kepada saya bekerja dan menjadikan Kota Bandung lebih baik," paparnya.

Kepada wartawan, RK juga menyatakan akan mewacanakan gerakan disiplin di Kota Bandung. Untuk mewujudkannya, ia akan berkoordinasi dengan instansi vertikal, baik polisi maupun militer.

"Artinya nanti di masa kepemimpinan saya, koordinasi keamanan kedisiplinan akan jadi cara baru Kota Bandung. Akan ada relawan-relawan kedisiplinan nasional, akan dilibatkan dengan kedisiplinan lalu lintas. Kita memahami ada keterbatasan dari pihak kepolisian untuk melakukan pengamanan di Kota Bandung," jelasnya.

Perihal gerakan kedisiplinan, tambahnya, tidak hanya menyangkut penertiban di jalan. Tapi ada juga penertiban anak-anak yang tidak memakai helm, tidak mempunyai SIM hingga masalah PKL.

"Malam hari keamanan ditingkatkan. Gerakan ini akan melibatkan relawan, jadi nanti ada banpol-banpol yang baru dan melibatkan masyarakat yang membantu pagi dan sore. Tugasnya mengamankan lalin, makanya kerja sama dengan Dirlantas," jelasnya.

Seperti diketahui, pelantikan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung periode 2013-2018 akan dilangsungkan di Gedung DPRD Kota Bandung, Jln. Aceh, Senin (16/9). Untuk pengamanan proses pelantikan, Polrestabes Bandung menyiagakan 1.186 personel serta sejumlah kendaraan taktis. Sistem pengamanan dilakukan secara terbuka dan tertutup dengan melibatkan seluruh kesatuan, baik intelkam, reskrim, sabhara, lantas hingga polwan.

Unjuk rasa

Puluhan orang dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Masyarakat Independen Antikorupsi dan Intimidasi (Main Api) berunjuk rasa di depan Gedung DPRD Kota Bandung, Jln. Aceh, Jumat (13/9). Mereka mengharapkan kedatangan wali kota lama, Dada Rosada pada pelantikan wali kora baru, Ridwan Kamil pada 16 September mendatang.

Menurut Korlap Main Api, Ungkap, pihaknya kecewa karena KPK belum juga memberikan jawaban atas surat permohonan agar Wali Kota Dada Rosada hadir dalam pelantikan wali kota baru Senin depan. Menurutnya, ketidakhadiran wali kota lama pada pelantikan wali kota baru akan mencoreng Kota Bandung.

"Kita prihatin dua minggu tidak punya bapak dan ironisnya lagi kemungkinan besar Wali Kota Bandung yang baru akan menerima tongkat kepeminpinan dari orang yang tidak ada, karena tidak diberi izin walaupun hanya sehari. Kami minta KPK membuka hati nuraninya, jangan permalukan Kota Bandung. Hadirkan Dada Rosada, itu saja," kata Ungkap, Jumat (13/9) pagi.

Menurutnya, penyerahan tongkat kepemimpinan, harusnya diserahkan dari wali kota lama kepada wali kota baru. "Namun haruskah warga Bandung menerima risiko mendapat pemimpin baru tanpa dihadiri dan serah terima dari pemimpin lama. Kami sangat berharap KPK memberikan izin agar Dada Rosada bisa hadir dalam pelantikan," ujar Ungkap.

Sementara Ketua DPRD Kota Bandung, Erwan Setiawan melalui BlackBerry Messenger mengaku belum menerima surat jawaban dari KPK terkait permohonann untuk mengizinkan Dada Rosada hadir dalam pelantikan dan pisah sambut. "Belum. Saya belum mendapat jawaban yang jelas dari KPK," ujarnya.
(B.114/B.95)**